Cerita Sex Bersetubuh Dengan Atasan | Berani Bugil
aresizedimage.php VIMAX Bandar Q
agen bola terpercaya  judi online

Cerita Sex Bersetubuh Dengan Atasan

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update :Cerita Sex | Cerita Dewasa Hot | Cerita Ngentot | Cerita ABG | Cerita Syur Panas | Cerita Seks Dewasa – Selingkuh dengan Atasan Kantor. Cerita ini terjadi idak salah bulan September 2014 satu tahun yang lalu, perkenalkan namaku Ariel umurku 24 tahun namaku kayak cowok ya tapi aku cewek yang bertubuh langsing dan seksi aku bekerja di perusahaan swasta yang berkembang, aku pun tidak menyangka bisa sex dengan pria yang sudah mempunyai istri.

Cerita Dewasa Selingkuh dengan Atasan Kantor

Cerita Sex Bersetubuh Dengan Atasan
Cerita Sex Bersetubuh Dengan Atasan

Dia adalah atasanku yang aku selingkuhi, cerita semuanya saat aku sudah putus dengan pacarku, dia juga sudah janji kepada saya untuk menikahi saya secepatnya, eeeee tapi dia ingakr janji lari begitu saja katanya dia sudah Bosan “ah alas an klasik seperti bagiku”.

Yang lebih parahnya kami sudah banyak melakukan hubungan sex seperti petting, HJ , BJ dan oral, jujur saja aku masih perawan karena selama berhubungan dengan mantan pacarku aku menyuruh dia memasukan batang kemaluannya di dubur, karena mungkin takut hamil dan sebagainya.

Meskipun begitu aku tetap saja merasa bahwa aku sudah tidak suci lagi meskipun vaginaku belum pernah dimasukkan oleh barang laki2. Dan terus terang aku merasa sangat kecewa dan sedih akan perlakuan pacarku itu.

Dan ketika aku sedang patah hati itu, moment itu malah dimanfaatkan oleh atasanku sebut saja namanya Riki yang dari dulu memang suka menggodaku di kantor dan aku merasa risih terlebih karena statusnya suami orang. tapi ternyata baru aku tahu kalau aku tidak sebaik yang aku pikir.

Aku yang dulu sangat dingin, akhirnya mulai mencair juga. Memang tidak ada yang paling mudah menggoda perempuan selain perempuan yang baru patah hati. Hal itu aku rasakan ketika pas pameran aku sudah mau diantar pulang olehnya, dan mw makan bareng ma dia.

Hingga suatu hari aku dan rekan sekantorku yang cewek dan dia nonton bareng di bioskop. Di tengah2 film dia memegang tanganku aku diamkan saja, dan dia semakin yakin. Hari berikutnya aku diajak makan malam di wisma BNI 46, sekalian makan malam yang diadakan oleh salah satu partner, selama perjalanan dia sudah berani memelukku, menyentuhku dan mencium pipiku.

Keesokannya lagi sehabis pulang kantor kami pulang bareng, dan dia mulai berani mencium bibirku, dan kami bercumbu dengan panas dan tangannya sudah mulai meremas2 dadaku. Aku membiarkannya saja karna aku tahu aku memang menginkannya apalagi pas saat aku sedang patah hati dari pacarku yang brengsek itu.

Aku tahu hal ini akan terus berlanjut dan betul keesokan harinya ketika kantor lagi sepi kami mulai bercumbu dengan panas, lalu biasanya aku naik duluan ke atas dan setelah itu berikutnya dia menyusul lalu bekerja seperti biasanya.

Aku tahu kadang aku merasa aku sangat nakal, aku sengaja turun ke bawah dan dia pun mengerti tidak lama kemudian pun dia turun ke bawah dan di depan WC kami bercumbu lagi, tangan kanannya yang tersemat cincin pernikahan itu menyentuh tubuhku, memelukku seakan tanpa merasa berdosa.

Dia menyentuh kedua dadaku, dan juga vaginaku. Hingga yang membuatku tak percaya dia berani menarik bajuku hingga ia bisa mengisap puting dadaku. Aku sangat menikmatinya, aku tahu aku sangat gila… dan aku tidak bisa menghentikannya, sampai saat ini pun aku masih mengingat betapa atasanku ini sangat pandai dalam hal ini.

Aku tahu kalau sebagai selingkuhannya aku harus menjalani hubungan rahasia. terlebih di kantor, hanya sahabatku Desi sepertinya sudah tahu akan hal ini, apalagi pas aku dan Desi menginap di salah satu hotel karena dekat dengan tempat pameran… atasanku datang dan seperti biasa kami ngobrol2.

Ketika desy sedang mandi ke kamar mandi, kami pun bercumbu dia mencium seluruh tubuhku dan hanya sebentar besoknya pun terjadi lagi, kami bercumbu di atas tempat tidur . Sepertinya Desy sudah mengetahui perselingkuhan ku ini tapi dia hanya pura2 tutup mata.

Ketika itu di hotel, pas Desy juga sedang mandi di kamar mandi, aku dan dia bercumbu lagi seperti biasa dan sayangnya memang kami tidak sampai sex. hari berikutnya pun bergulir, atasanku pun resign sebelum dia resign kami pun pergi berdua. tentunya ini jam pulang kantor kami pun bebas.

Di perjalanan tol, sambil menyupir dia mencium bibirku dengan panas sambil berusaha melepas bajuku, ya aku setengah telanjang, CD dan celana panjangku lepas hanya bajuku saja yang keangkat ke atas. akhirnya dia mengeluarkan barangnya dan menyuruhku untuk menghisapnya.

Aku agak merasa risih dan malu, sebenarnya aku dah pernah melakukannya dengan pacarku. akhirnya aku mau juga dan inilah yang aku takutkan aku sangat menikmatinya, mengulum barang pak RIki dengan sangat nikmat dan sengaja aku masukkan sangat dalam dan menjilat ujung kontolnya dan itu terjadi beberapa kali.

Ketika masuk ke tol ke pondok kelapa, entah kenapa tiba2 saja aku menyerangnya, aku naik ke pangkuannya dan menciumnya dengan panas sampai dia berhenti di pinggiran jalan tol jari tengah kanannya pun memasukkan ke vaginaku dan entah sejak kapan tangan ku pun meremas barangnya yang besar itu.

Hingga dia memaksaku untuk sex dengannya tapi aku tetap tidak mau karena aku tidak mau hamil. akhirnya dia menyerah juga hingga kami mencari apotik yang buka tapi tidak ada.

Yah mungkin emang bukan rejeki dia untuk dapetin perawan ku hehe hingga aku pun sampai di rumah tentunya aku kena marah habis2an karena pulang malam, seandainya ortuku tahu kalau aku tadi aku main gila dengan pria sudah beristri mungkin mereka bakal membunuhku.

Hingga sampai hari ini, aku tetap menantikannya dan menunggunya di kantor, tapi dia belum jg datang, dia ad sms klw dia bakal datang ke kantor, karena pekerjaannya belum semua selesai dan dia harus menyelesaikannya sebelum dia resign.

Aku sangat sepi dan menantikannya terlebih ketika dia menyentuhku. Pak Riki, tolong jangan biarkan aku seperti ini, aku ingin disentuh lagi oleh bapak.. aku ingin selalu bersama dan aku sangat mencintai bapak apalagi ketika aku tahu kalau bapak resign karena aku.

Sepertinya sudah ada yang curiga selain Desy yang mengetahui perselingkuhan kami dan mungkin atasan kami berdua pun sudah tahu hal itu. aku tidak tahu apakah dia bisa mencuri keperawananku?

Yah kita lihat saja nanti…… I dont think so.. hehe.. Jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit mu”.

“Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok”. Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Thaila, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Thaila berkata,

“Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamil”.

Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh- sungguh mendapatkan malu yang luar biasa.

“Dari mana Ibu tahu?” tanyaku dengan suara yang terbata bata.

“Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu.

Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan Ibu mertuamu sendiri”.

Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Thaila adalah atasanku, selain itu Ibu Thaila adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat. Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah

“Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu”

“Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku

“Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK”.

“Tentang apa Bu?” tanyaku.

“Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak” pintanya tegas. Akupun keluar dari ruangan Ibu Thaila dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Thaila yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.

“Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya”, Tanya Wilman sohibku.

“Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja”. “Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu”. “Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Thaila denger mati kamu”. Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian.

Terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Thaila, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini Aku berharap agar jam tidak usah bergerak.

Namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.

“Kring.. “, kuangkat telepon di meja kerjaku.

“Gimana? Sudah siap”, Tanya Ibu Thaila.

“Ya Bu saya siap”. “Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda”.

Ternyata Ibu Thaila tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya.

Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Thaila, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Thaila masuk ke halaman dan parkir.

Ibu Thaila pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.

“Hi.. Pento ngapain kamu disini?”, sapa Ibu Thaila. Aku jadi bingung, namun Ibu Thaila mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Thaila, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.

“Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga”, sahutku. Ibu Thailapun bergabung antri di depan ATM.

“Gimana, temenmu belum datang juga?”

Saat Ibu Thaila keluar dari ruang ATM. “Belum Bu”.

“Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah”. Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Thaila, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Thaila sementara Ibu Thaila sendiri duduk dibangku belakang.

“Ayo, Pak Bari kita pulang”

“Iya Nya.. “, sahut Pak bari “Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang”.

Uh.. batinku Ibu Thaila mulai bersandiwara lagi. “Memangnya ada apa Ibu mencari saya?”. “Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan.

Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK”. Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Thaila.

“Ayo masuk”, ajak Ibu mia. Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Thaila pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Thaila yang begitu antik dan mewah.

“Selamat sore Nya”,

“Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana”.

“Baik Nya”. Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Thaila.

“Silakan Den, ini kamarnya”.

Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.

“Kring.., kring.. “, kuangkat telepon yang menempel di dinding.

“Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut”.

“Oh.. iya Bu terimakasih”.

Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku.

Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Thaila belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Thaila yang masuk, aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Thaila tipis sekali.

Setelah mengunci pintu kamar Ibu Thaila datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku memandangi tubuh Ibu Thaila, walaupun gendut tapi Ibu Thaila tetap cantik.

Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Thaila berkata kepadaku, “Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakan”.

“Tapi Bu”, protesku. “Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu”.

Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut CD ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku.

“Sial!”, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Thaila saat itu.

“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu”, bentak Ibu Thaila. “Mm.., lumayan juga kontolmu”.

Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Thaila tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.

“Nah, sekarang ceritakan semuanya”. Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami.

Kulihat Ibu Thaila mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Thaila menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Thaila bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku.

Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Ibu Thaila membuat jakunku turun naik. “Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu”, bentaknya lagi. “Baik Bu”, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Thaila menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.

“Ahh.. “, jeritku tertahan saat mulut Ibu Thaila mulai mengulum kontolku. “Ahh.. Bu.., nikmat sekali”. Kuangkat kepala Ibu Thaila, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku.

“Bu.. kita pindah keranjang saja”, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh Ibu Thaila, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.

“Ahh.. “, Jerit Ibu Thaila saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya. “Uhh Pento.. enak.. sayang”. Ketelusuri tubuh Ibu Thaila dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Thaila yang licin tanpa sehelai rambutpun.

Kuhisap memek Ibu Thaila dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Thaila sudah sangat terangsang mendengar ceritaku. “Ahh”, jerit Ibu Thaila saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya.

Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Thaila yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku.

Usahaku berhasil, Ibu Thaila memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Thaila, tubuh Ibu Thailapun makin menegang.

“Aaarrgghh.. Pento”, jerit Ibu Thaila tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya, Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Thaila, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Thaila menikmati sisa sisa orgasmenya.

Kucumbu kembali Ibu Thaila kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.

“Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu”, pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Thaila tengkurap kini.

“Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali”. Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Thaila pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam.

Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu Thaila. Kutekan dengan keras dan.. Bless masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Thaila.

“Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat”. Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Thaila, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku.

Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Thaila, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu Thaila dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.

“Uhh.. “, jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut. Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Ibu Thailapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.

“Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. “. Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Thaila, beberapa detik kemudian Ibu Thaila pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Thaila tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.

Ibu Thaila rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Thaila. Nikmat sekali.., Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Thaila sudah lelap tertidur, dari celah belahan memek Ibu Thaila, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO.

Kuciumi kembali tubuh Ibu Thaila, kontolkupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu Thaila agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang memek Ibu Thaila.

“Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang”, Lirih sekali suara Ibu Thaila. Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Thaila, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Thaila terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Thaila hanya memejamkan matanya.

Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Thaila.., dan langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Thaila. Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Thaila, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

“Bu.. Bu.. Thaila bangun Bu.. “.

Akhirnya dengan malas Ibu Thaila membuka matanya.

“Sudah malam Bu saya mau pulang”.

“Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi”.

Ibu Thailapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.

“Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Thaila masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Thaila keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

“Ini untuk kamu”.

“Apa ini Bu?”, Tanyaku, saat Ibu Thaila menyodorkan sebuah amplop kepadaku.

Aku menolak pemberian Ibu Thaila, namun Ibu Thaila terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Thaila lalu kembali kami berciuman dengan mesranya. Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Thaila. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya. Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*