Cerita Sex Menjatah Perawat | Berani Bugil
aresizedimage.php VIMAX Bandar Q
agen bola terpercaya  judi online

Cerita Sex Menjatah Perawat

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Menjatah Perawat. Saat remaja aku mempunyai kisah seks diman usiaku saat itu 15 tahun aku sering sakit diusiku itu dan harus dilarikan di RS, ternyata sejak kecil aku difonis menderita serangan saluran jantung makanya kalau aku lari saja cepat ngos ngosan, kedua orangtuaku memutuskan untuk memerikasakan ku pada dokter ahli jantung.

Cerita Dewasa Menjatah Perawat

 Cerita Sex Suster Sange, ngentot Suster Sange, tempek Suster Sange, Suster Sange ngesex, Suster Sange dientot, kentu Suster Sange, Suster Sange hot, cerita Suster Sange

Si dokter malam itu juga meminta saya dirawat inap di rumah sakit . Nah, dari rumah sakit itulah, saya mengalami pengalaman seks terhebat yang akan saya kenang seumur hidup saya .

Karena minum obat yang diberikan dokter, malam pertama saya menginap di rumah sakit, saya tidak bisa tidur . Saya maunya kencing terus . Sebuah botol besar telah disiapkan untuk menampung air urine saya .

Otomatis, penis saya harus dimasukkan ke botol itu . Oleh dokter, saya tidak diperbolehkan untuk turun dari tempat tidur . Jadi sambil tiduran, saya tinggal memasukkan penis ke dalam botol yang sudah ada di samping ranjang .

Ada satu perawat yang rupanya begitu telaten menjaga dan merawat saya malam itu . Seharusnya ia tidak boleh memperhatikan saya membuang urine di botol . Tetapi tatkala saya membuka piyama dan celana dalam saya, dan mengarahkan penis ke mulut botol, eh si perawat yang belakangan kuketahui bernama Nila D**** (edited) malah membantu memegang penis saya .

Dengan pelan dan lembut tangan kirinya memegang penis kecil saya yang masih kecil, sedangkan tangan kanannya ikut memegang botol itu . Setelah urine saya keluar, ia membersihkan penis saya dengan tissue . Sambil terus membersihkannya, ia memperhatikanku dengan senyuman aneh .

“Dik . . kamu tahu bendamu ini bisa membuat kamu melayang-layang?” tanyanya tiba-tiba .

“Maksud Mbak?” tany aku pura-pura tidak mengerti . aku sudah tahu apa maksudnya . Wong, aku sudah pernah nonton video BF seminggu yang lalu .

“Iya . . kalo si kecil ini dipegang, dikocok-kocok oleh tangan halus seorang wanita kemudian dihisap dan dikulum olehnya, pasti deh kamu akan merasakan keenakan yang luar biasa . . lebih dari yang lain yang ada di dunia ini . .” jawab Mbak Nila lagi .

“Masa sih, Mbak? Pengen coba nih . . bisa nggak Mbak mel aku kannya buat saya?” tany aku hati-hati dengan perasaan campur baur . Berani juga nih cewek .

“Kamu benar-benar mau?” tanyanya penuh semangat .

Tanpa menunggu jawabanku lagi, ia menaruh tissue itu lalu memegang kejantananku dan pelan-pelan mulai mengocok-ngocoknya .

Wah . . memang benar enak kocokannya . Pelan tapi pasti . Beberapa menit kemudian ia jongkok di samping tempat tidur . Mulutnya dibuka lalu batang kejantananku dimasukkan ke dalamnya . Mula-mula dihisapnya, dikulum lalu dijilat-jilatnya kepala kejantananku .

Untuk pertama kalinya dalam masa remaj aku , aku merasakan sesuatu yang amat sangat nikmat! Entah apa namanya . . surga dunia kali ya? Tanpa disangka-sangka Mbak Nila memegang tangan kananku lalu menuntunnya masuk ke balik seragamnya .

Ya . . itu dia!! Gunung kembarnya begitu kenyal dan besar kurasakan . Tanpa disuruh lagi aku pun meremas-remas, meraba-raba ‘susu’ ajaibnya itu . Sementara itu ia terus saja mengulum dan mengisap kejantananku dengan penuh nafsu .

Beberapa menit kemudian aku mulai merasa akan ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku yang masih lemah karena sakit .

“Crot . .! crot . .! crot . .!” Sesuatu berwarna putih kekuning-kuningan dan agak kental keluar dari batang kejantananku dan tanpa ampun lagi langsung menyemprot masuk ke mulut Mbak Nila . Setelah sembilan kali semprot, ia menjilati kejantananku dengan mimik muka penuh kepuasan .

“Gimana Dik . .? Puas nggak?” tanyanya sambil tersenyum . Terlihat bekas cairan kental itu di mulut dan bibirnya .

“Wah nikmat ya Mbak . . Boleh dong aku minta lagi . .?” jawabku penuh harap .

“Boleh dong . . tapi jangan sekarang ya . . kamu harus istirahat dulu . . besok pagi kamu pasti akan merasa lebih puas lagi . . Mbak janji deh . .” ujarnya dengan mimik seperti menyembunyikan sesuatu .

aku pun mengangguk . Mungkin karena kelelahan setelah di ‘karaoke’ oleh gadis perawat yang cantik dan sexy, aku pun tertidur malam itu .

Tapi tengah malam, sekitar pukul dua dini hari, aku merasa ‘senjata’ andalanku kembali diobok-obok dan kini yang mengoboknya bukan hanya Mbak Nila tetapi seorang perawat lain juga . Namanya belakangan kuketahui adalah Viviana .

Gadis ini juga tak kalah cantik bahkan buah dadanya itu benar-benar menggelembung di balik seragam putihnya . Lebih besar dari punya Mbak Nila dan juga pasti lebih kenyal!

Mereka terus saja menjilati, mengulum dan menghisap-hisap batanganku . Yang seorang di sebelah kananku dan yang seorang lagi di sebelah kiriku . Tanganku yang kiri meremas-remas susu Viviana sedang tangan yang kanan meremas susunya Nila .

Setelah sepuluh menit, batang kejantananku mulai mengeras dan siap untuk ditusukkan . Viviana kemudian naik ke atas ranjang dan menyingkapkan roknya . Duh . . rupanya ia sudah tidak mengenakan celana dalam . Ia kemudian duduk di atas kepal aku .

Dengan sengaja ia mengarahkan liang kewanitaannya ke wajahku . aku tiba-tiba teringat dengan film porno yang pernah kutonton seminggu yang lalu .

Ya . . aku harus menjilatnya terutama di bagian kecil dan merah itu . . ya apa ya namanya? Klitoris ya? nah itu dia! Tanpa disuruh dua kali aku langsung mengarahkan lidahku ke bagiannya itu .

“Slep . . slep . . slep . .” terdengar bunyi lidahku saat bersentuhan dengan klitoris Viviana . Dan Nila? Rupanya ia sudah membuka seluruh pakaian seragamnya lalu menduduki batanganku yang sudah sangat mengeras dan berdiri dengan gagahnya .

Dengan tangan kirinya ia meraih batang kejantananku itu lalu dengan pelan ia mengarahkan senjat aku itu ke liang senggamanya . “Bles . . jleb . . bles . .” batang kejantananku sudah masuk separuh, ia terus saja bergoyang ke bawah ke atas .

Buah dadanya yang montok bergoyang-goyang dengan indahnya, kedua tangannya memegang sisi ranjang .

Wah . . dikeroyok begini sih siapa yang nggak mau, bisa main dua ronde nih . Setelah beberapa menit, kami berganti posisi . Viviana kusuruh tidur dengan posisi tertelungkup . Sementara Nila juga tidak ketinggalan .

Lalu dengan penuh nafsu aku membawa batanganku dan mengarahkannya ke liang senggama Viviana dari arah belakang . “Bles . . bles . . bles . .jeb!!” Liang senggamanya berhasil ditembus oleh senjat aku . Terdengar suara lenguhan Viviana karena merasa nikmat .

“Uh . . uh . . uh . . uh . . Terus Dik . . Enak . .ikmat . .!” Tanganku pun tidak kalah hebatnya . Kuraih buah dadanya sambil kuremas-remas . Puting payudaranya kupegang-pegang .

“Gantian dong . .” tiba-tiba Nila minta jatah . Duh, hampir kulupakan si doi . aku cabut batang kejantananku dari liang senggama Viviana lalu kubawa ke ranjang sebelah di mana telah menanti Nila yang sedang mengelus-elus kemaluannya yang indah . Tanpa menunggu lagi, aku naik ke ranjang itu lalu kumasukkan dengan dorongan yang amat keras ke liang senggamanya .

“Jangan keras-keras dong Dik . .” erangnya nikmat .

“Habis mau keluar nih, Mbak . . Di dalam atau di luar . .” aku tiba-tiba merasakan bahwa ada sesuatu yang nikmat akan lepas dari tubuhku .

“Di muk aku aja Dik . .” jawabnya di tengah erangan nafsunya .

Lalu kutarik batang kejantananku dari liang senggamanya yang sedang merekah dan membawanya ke kepalanya . Lalu aku menumpahkan cairan putih kental itu ke wajahnya .

“Crot . . crot . .crott . . crot . . crot!” Kasihan juga Mbak Nila, wajahnya berlepotan sperm aku . Ia tersenyum dan berkata, “Terima kasih Dik . . aku amat puas . . demikian juga Mbak Vivi . .”

Belakangan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku mendengar bahwa Nila dan Viviana memang bukan perawat tetap di rumah sakit itu .

Mereka hanya bekerja sambilan saja . Mereka sebenarnya dua orang mahasiswi kedokteran di sebuah universitas swasta di Surabaya . Tiap kali mereka bekerja di sana, selalu ada saja pasien pria entah remaja atau orang dewasa yang berhasil mereka ajak berhubungan seks minimal satu kali .

Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*