Cerita Sex Asyiknya Bukan Main | Berani Bugil
aresizedimage.php VIMAX Bandar Q
agen bola terpercaya  judi online

Cerita Sex Asyiknya Bukan Main

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Asyiknya Bukan Main. Saat maba atau lebih dikenal dengan mahasiswa baru seluruh mahasiswanya diwajibkan untuk mengikuti perkemahan di daerah sukabumi, tujuannya adalah supaya sesame maba bisa saling ngerti dan mengenal atau akrab, semua perlatan sudah aku siapkan dan rencanya berangkat kira kira jam 2 siang, dengan memakai truck bak terbuka semua maba naik.

Cerita Dewasa Asyiknya Bukan Main

cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome

Hari sudah mulai gelap . Kulihat sekeliling kami . Uh, seram juga . Suasana sunyi dan gelap, maklum di daerah pegunungan yang tidak terlalu banyak penduduknya . Yang terdengar hanya suara mesin diesel truk yang cukup berisik .

Akhirnya dengan konvoi truk satu persatu, kamu menuju tempat terbuka sebagai tempat parkir truk-truk yang kami tumpangi tersebut . Sudah sampai?, Belum! Kami masih harus berjalan kaki lagi beberapa jauh melalui jalan setapak untuk mencapai tempat di mana kami akan mendirikan tenda-tenda kami .

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat kami memasuki areal perkemahan . Wah! Ternyata areal perkemahan sudah diterangi oleh beberapa lampu sorot yang cukup besar kekuatannya, yang sudah disiapkan oleh tim panitia yang telah mendahului kami ke sana satu hari sebelumnya .

Mereka juga telah mendirikan dua buah MCK darurat . Satu khusus cewek dan satu khusus cowok . Dengan tubuh sedikit letih akibat perjalanan yang cukup jauh, kami pun mendirikan tenda masing-masing dengan bimbingan beberapa orang panitia .

Satu tenda diisi oleh satu grup yang terdiri dari empat sampai lima orang . Cewek dan cowok pisah tenda . Katanya sih, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan! aku memang sial, grup aku semuanya terdiri dari anak-anak yang belum aku kenal . aku memang orangnya pemalu dan agak penakut, sehingga kurang cepat dalam bergaul .

Setelah makan malam dan sedikit waktu istirahat, diadakan briefing mengenai jadwal kegiatan Jambaksos di hari-hari berikutnya . Briefing inilah satu-satunya acara yang diadakan pada hari pertama itu .

Tengah mengikuti briefing, tiba-tiba aku merasa ingin pipis . aku ragu-ragu untuk turun ke MCK yang didirikan di tepi sungai yang mengalir dekat perkemahan kami . aku yang memang dasar penakut, urung ke MCK tersebut .

Habis jalan ke sana cukup jauh lagipula gelap sekali . Sementara untuk meminta dampingan salah seorang panitia malu rasanya . Akhirnya aku putuskan pergi ke balik semak yang sekelilingnya sepi dan agak tersembunyi serta agak jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang mengikuti briefing .

Ah . ., Lega rasanya setelah aku mengeluarkan seluruh isi kandung kemih aku . Mungkin kalau ditampung di botol, setengah liter ada . aku memang menahan pipis dari waktu masih di daerah Bogor saat perjalanan menuju kemari . Apalagi ditunjang oleh dinginnya udara pegunungan di sini sampai ke sumsum tulang .

“Hi hi hi hi . ., Hei, ngapain kamu di situ?!” Tampak dua orang panitia datang ke arah aku sambil cengengesan . aku mengenal mereka, yang satu namanya Aufa (bukan nama sebenarnya), yang rambutnya sepundaknya sedikit kecoklatan, sedangkan yang rambutnya hitam pekat dipotong pendek adalah PraTika (juga bukan nama sebenarnya) .

Kedua-duanya tinggi tubuhnya hampir sama . Sama-sama cantik dan sama-sama sensual . Payudara merekapun termasuk berukuran besar dan membulat, dengan milik PraTika sedikit lebih besar ketimbang milik Aufa . Ini kelihatan dari balik kaus oblong cukup ketat yang mereka kenakan . Mereka berdua adalah anggota seksi P3K .

” aku . ., aku lagi buang air, Kak”, jawab aku dengan takut-takut . Tapi Aufa dan PraTika malah mendekati dan melompat turun ke tempat persembunyian aku yang letaknya sedikit di bawah areal perkemahan itu .

“Kenapa kamu pipis di sini, hah?, Bukannya kita sudah punya MCK sendiri di sana?”, tanya Aufa .

“Habis, aku takut, Kak .” aku masukkan penis aku dan aku naikkan kait retsleting celana aku . Aufa dan PraTika tertawa melihat perbuatan aku .

“Eit! Ini garasi jangan ditutup dulu”, kata PraTika sambil meremas selangkangan aku . Ouch! Kemudian tangannya membuka kembali retsleting yang sempat aku tutup .

“Wow! Fa, lihat, doi nggak pake celana dalam!”, aku memang jarang mengenakan celana dalam bila pergi ke mana-mana .

“Mana, Wi? Gue mau lihat”, sahut Aufa mendekati selangkangan aku . PraTika memberi tempat kepada Aufa . Aufa memasukkan tangan kanannya ke dalam celah ritsluiting aku . Dia mengelus-ngelus senjata aku dengan tangannya yang hangat, membuat aku mulai menggelinjang menahan nikmat .

“Wi, doi belum disunat! Kamu pernah main sama penis yang belum disunat?”, Aufa mengeluarkan penis aku dari dalam sangkarnya . PraTika hanya mengangkat bahunya saja .

“Eh, Oom Senang . Ini hukuman kamu karena sudah buang air sembarangan! Sekarang kamu diam aja yah!”, kata Aufa sedikit melotot .

Aufa mendekatkan penis aku ke mulutnya . Beberapa detik kemudian mulutnya telah asyik melumat penis aku . Ah, penis aku itu semakin mengeras . Ini menambah keasyikan tersendiri bagi Aufa yang terus mengulum penis aku yang meskipun tidak terlalu panjang namun berdiameter cukup besar .

Mata aku hampir mencelat keluar sewaktu Aufa menjilat-jilati ujung penis aku yang tegang menjulang . Gelitikkan lidahnya yang nikmat mulai membangkitkan gairah birahi aku yang selama ini terpendam .

“Fa! Bagi dong gue! Jangan kamu habisin sendiri!”, PraTika tidak mau kalah . Ia mengarahkan tangannya ke belakang pinggang aku , lalu dipelorotkannya celana panjang aku ke bawah sehingga menampakkan penis aku yang tampak sudah siap tempur .

Dinginnya udara malam yang menusuk kulit paha aku yang telanjang tidak terasa, terhapus oleh kenikmatan yang sedang aku alami di selangkangan aku . Kemudian PraTika mendekatkan bibirnya yang ranum dengan sapuan lipstik tipis ke penis aku .

Lalu dengan lahapnya mereka berdua menguasai penis aku dengan kuluman dan jilatan lidah mereka yang bertubi-tubi, membuat tubuh aku seperti tersentak-sentak merasakan kenikmatan yang aduhai ini .

“aah . ., Kak . ., aku sudah mau keluar . .”, kata aku mendesah-desah . Tapi Aufa dan PraTika tidak mempedulikannya . Mereka masih asyik menjelajahi seluruh permukaan selangkangan aku dengan mulut dan lidah mereka yang seperti ular . Akhirnya dengan dua-tiga kali kedutan, aku memuntahkan seluruh cairan kental isi penis aku ke wajah Aufa .

“Ma . . Maaf, Kak . aku nggak sengaja .” Aufa bukannya marah melainkan malah tersenyum senang . Dijilatinya air mani aku yang ada di wajahnya .

Mengetahui bahwa dirinya tidak kebagian cairan nikmat aku , PraTika menjulur-julurkan lidahnya ke arah wajah Aufa . Ia ikut menjilat-jilati wajah Aufa seperti meminta bagian .

Aufa tampaknya mengalah . Tiba-tiba bibirnya yang merah merekah mencium bibir PraTika . Dan PraTika pun membalasnya . Sementara tangannya mulai meremas-remas dua tonjolan bulat yang ada di dada Aufa .

“Ah . . Wi . . Terusin . . Ah . .” Persetujuan Aufa ini membuat PraTika melanjutkan kegiatannya . Ia melepaskan kaus oblong yang dikenakan Aufa . Kemudian tangan kirinya diselipkan ke balik BH Aufa yang berwarna putih .

Diremas-remasnya payudara mulus Aufa yang bulat membusung . Sesudah itu tangannya beralih ke punggung Aufa . Dibukanya pengikat BH Aufa . Dan tak terhalangi lagi payudara Aufa yang indah seperti buah mangga harumanis yang ranum, dengan puting susunya yang tinggi menjulang menggemaskan dikeliling oleh lingkaran kemerahan yang cukup lebar .

Tanpa mau melepaskan kesempatan emas ini, mulut PraTika langsung melumat puting susu Aufa yang mulai menegang . Dengan lidahnya yang menjulur-julur seperti ular, dijilatinya ujung puting susu yang menggairahkan itu .
Sekali-sekali disedotnya puting susu itu, membuat mata Aufa mendelik kenikmatan .

Melihat perbuatan kedua senior aku itu, tak aku sadari, penis aku yang tadi sudah loyo bangkit kembali dan semakin mengeras .

Sekonyong-konyong Aufa melepaskan diri dari jamahan PraTika . Ia memandangi temannya dengan wajah seperti memohon . PraTika pun memahami apa maksud Aufa . Ia menanggalkan semua pakaian yang dikenakannya, lalu merebahkan tubuh bugilnya yang mulus di rumput dengan beralaskan pakaian yang telah dilepasnya tadi .

Mulut Aufa langsung menyergap payudara PraTika yang berukuran besar laksana buah pepaya bangkok tapi tampak kenyal dan kencang . Lidahnya menjelajahi setiap inci bagian payudara temannya yang memang indah dan membusung itu, termasuk celah-celah yang membelah kedua bukit kembar dengan ujungnya yang mencuat tinggi itu .

Dengan mahir Aufa menggesek-gesekkan ujung lidahnya yang basah ke ujung puting susu PraTika yang tinggi dan keras, membuat PraTika menggerinjal keras sementara mulutnya mendesis-desis bak ular yang siap menerkam mangsanya . Sementara tangan kirinya menelusuri selangkangan PraTika . Ia mempermainkan clitoris memerah yang ada di bibir vagina PraTika .

Diusap-usapnya daging kecil pembawa nikmat itu dengan halusnya dengan jari tengahnya . Diimbangi dengan gerakan naik-turun pantat PraTika yang bahenol itu . Kemudian dengan sekali gerakan, Aufa menyodokkan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manisnya sekaligus ke dalam vagina PraTika, membuat tubuh temannya ini terhentak keras ke atas .

PraTika tampak memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang tidak bisa ditandingi oleh apapun di dunia ini ketika Aufa memainkan ketiga jarinya itu masuk-keluar vagina PraTika, makin lama makin cepat .

Menyaksikan pemandangan yang indah ini, insting kelaki-lakian aku mendorong aku menghampiri kedua cewek yang tengah dilanda nafsu birahi itu . Dengan sedikit rasa takut dan ragu-ragu, aku pegang pinggang Aufa .

Setelah menyadari tidak adanya penolakan, membuat rasa keberanian aku timbul, ditambah oleh rasa aneh di selangkangan aku yang sudah minta untuk dilampiaskan . aku membuka retsleting celana panjang Aufa kemudian aku turunkan celana panjang itu berikut celana dalam yang dipakainya sampai sebatas mata kaki .

Seketika itu juga tercium aroma khas nan segar dari selangkangan Aufa yang terpampang bebas . Tanpa menunda-nunda lagi, aku segera menghunjamkan penis aku ke dalam vagina Aufa dengan keras dari belakang, membuat cewek itu menjerit kecil, “Ouuhh . .”

“Ah . ., terusin . ., lebih kencang . ., lebih dalam . ., . Ouhh . .”, Desah-desahan penuh kenikmatan dari Aufa membuat aku tambah bernafsu . aku semakin mempertinggi intensitas masuk-keluarnya gerakan penis aku di dalam vagina Aufa, mengakibatkan tubuh molek gadis itu berguncang-guncang dengan keras .

Kedua payudaranya yang menggantung molek di dadanya dan ikut bergoyang-goyang mengimbangi guncangan tubuhnya sedang dilumat oleh PraTika . Puting susunya yang menjulang itu tengah diisap-isap oleh temannya, semakin membuat Aufa mendesah-desah hebat .

Sementara di bagian bawah, aku masih mempermainkan penis aku terus-menerus di dalam vaginanya, membuat Aufa kehilangan keseimbangan . Tubuhnya yang putih dan mulus jatuh menindih tubuh PraTika yang ada di bawahnya . Namun ini tidak menghentikan permainan kita .

“uuh . ., Kak . ., aku sudah mau keluar . ., Mau . ., di dalam . ., atau . ., di luar . .?”, aku merasakan sudah tidak mampu lagi menahan gejolak yang ada di burun aku .

“hh . ., Di dalam aja . ., Ouhh . .”, jawab Aufa sambil terus menggerinjal .

Akhirnya permainan kita usai sudah, diakhiri dengan ditembakkannya lagi cairan-cairan kental berwarna putih dari penis aku ke dalam vagina Aufa . aku dengan penis masih berada di dalam vagina Aufa terkulai lemas di samping tubuh cewek itu yang dengan lemas masih menindih tubuh PraTika yang kelihatannya kurang puas .

“Kamu masih punya hutang lho sama gue”, kata PraTika mengingatkan aku . aku tidak menjawab, hanya mengangguk saja .

Lima menit lamanya kami terdiam . Setelah itu kami bangkit dan membereskan pakaian kami kembali, bersamaan dengan selesainya acara briefing malam itu .

Dengan mengendap-endap setelah menengok ke sekeliling terlebih dahulu kami bertiga keluar dari tempat persembunyian kami, kemudian dengan perasaan sepertinya tidak pernah terjadi apa-apa, kami kembali ke tenda kami masing-masing untuk bergabung dengan teman-teman lainnya .

“Eh, kamu tadi ngapain bertiga sama Kak Tika dan Kak Aufa?”, tanya salah seorang teman aku satu tenda . aku hanya tersenyum penuh arti .

Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*