Cerita Sex Pemainan yang Kasar Tapi Enak | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Sex Permainan yang Kasar Tapi Enak

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Permainan yang Kasar Tapi Enak. Aku akan berbagi cerita pengalaman seksku dan yang kau tulis ini adalaha pengalaman nyataku, pada waktu bulan April yang lalu mas Dehlan mendapat panggilan untuk ke Jakarta, ternyata dalam kepergeian kesana mas Dehlan mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi, kabar itu membuat senang juga membuat sedih dimana kami harus berpisah dengan orang yang kami sayangi.

Cerita Dewasa Permainan yang Kasar Tapi Enak

cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Setelah hampir dua minggu dan telah membuat perencanaan yang masak, kami sepakat untuk berterus terang pada Aning. Acara kami buat di villa kami di kawasan Kopeng. Sengaja kami hanya berempat dengan Aning dan kami memilih tepat pada hari libur kerja yaitu Sabtu dan Minggu.

Mau yang lebih seru untuk Foto Telanjang Tubuh Biduan 

Kepada suaminya Aning ijin akan mengikuti pelatihan Manajemen Mikro. Aning sebenarnya cukup merasa penasaran meskipun sebenarnya acara seperti ini telah sering kami adakan, tapi memang biasanya Aning tidak sampai menginap.

Kami berangkat terpisah karena Aning diantar oleh suaminya sampai ke tempat bus Patas, tapi sesampai di Salatiga kami telah menunggunya, lalu Aning turun dan terus bergabung bersama kami menuju Kopeng.

“Uhh..! Kesel aku Mbak, masak aku disuruh naik bus sendiri” sungut Aning begitu turun dari bus.

“Lho kan belum jadi direktur, ya sabar dulu dong sayang..” jawabku sambil membantu mengangkat koper bawaannya.

“Mbak, aku di belakang ama Mas Dehlan ya, biar Mas Duta yang setir” pintanya padaku. Aku tahu betul akan kelakuannya itu, Aning ingin bermanja-manja dengan Mas Dehlan.

“Iya deh.., asal Mbak tetep dibagi..” godaku.

“Iih.. Mbak kan udah tiap hari nyanding” balasnya. Mas Dehlan cuma nyengir, sedang Duta sudah siap di belakang setir.

“Ning.., apa tadi nggak dapat saweran di bus” goda Duta sambil menjalankan mobilnya.

“Iih.. Emangnya aku cewek apaan” jawab Aning menirukan gaya Nani Wijaya di serial Bajaj Bajuri sambil menggelendot manja pada Mas Dehlan.

Memang Aning sangat menyayangi Mas Dehlan, bahkan dialah yang paling pencemburu dibandingkan aku yang isterinya. Aku, Mas Dehlan dan Duta juga amat sayang padanya. Bagi kami kebahagiaan yang kami rasakan selama ini memang untuk berempat. Kulihat Aning sudah mulai mengantuk di pelukan Mas Dehlan.

“Mas pijit ya sayang..!” bisik Mas Dehlan di telinga Aning.

Aning merapatkan pelukannya. Mas Dehlan mulai memijit punggung Aning. Pijitan Mas Dehlan memang benar-benar pijitan yang menenangkan karena aku pun sangat menyukainya. Bila sehabis ML biasanya Mas Dehlan memijit punggungku sambil memelukku. Itulah Mas Dehlan yang romantis, kata Aning.

Perjalanan Salatiga-Kopeng hanya sekitar 45 menit. Aku sendiri sebenarnya lelah setelah tadi malam kuhabiskan dua rondeku dengan kedua suamiku. Cumbuan Duta yang begitu lama membuatku benar-benar habis tenaga, belum Mas Dehlan yang selalu mengambil babak akhir permainan kami.

Mas Dehlan memang sangat senang membenamkan kontolnya ke dalam memekku saat aku telah mencapai orgasme. Biasanya ia akan membenamkan kontolnya dan memelukku dengan penuh perasaan sambil menikmati remasan-remasan memekku, bahkan tadi malam sempat kram rasanya otot-otot memekku karena permainan mereka berdua.

Seperti biasanya aku meminta Duta untuk telentang dan membuka kedua pahanya dengan kepala bertelekan 2 bantal, lalu aku menaikinya dengan posisi membelakangi dan bertumpu pada kedua tanganku ke belakang. Posisi ini sangat aku sukai karena Mas Dehlan dapat dengan mudah melumat clitorisku sementara Duta memompa memekku dari bawah sambil meremas putingku. Rasanya semua syaraf nikmatku tak ada yang terlewat menerima rangsangan dari keduanya.

Begitu aku orgasme yang ketiga dan Duta memuntahkan spermanya di memekku, langsung Mas Dehlan mengambil alih dengan membenamkan kontolnya ke memekku. Mas Dehlan menikmati kontraksi otot-otot vaginaku dan berlama-lama berada di sana, sebelum kemudian memompa memekku dengan penuh perasaan.

“Kok ngelamun Rien, kita dah nyampe nih..!” ujar Duta mengagetkanku sambil memasukkan kendaraan ke pelataran villa. Aku tergagap. Kulihat Pak Kidjan penjaga villa kami memberi salam.

“Aning, bangun sayang, kita udah nyampe nih..!” bisik Mas Dehlan.

Yang dibisiki menggeliat sambil mengucek-ucek mata. Kembali dipeluknya Mas Dehlan dan mereka berciuman lembut penuh perasaan. Entah mengapa sejak mula pertama Mas Dehlan bercinta dengan Aning tak ada rasa cemburuku, aku malah bahagia melihat keduanya, tapi anehnya aku cemburu kalau Mas Dehlan dengan yang lain.

Pada pukul 17.00 tepat kami sudah selesai memasukkan semua bawaan ke dalam villa dengan dibantu Pak Kidjan. Setelah itu kami suruh Pak Kidjan untuk mengunci pagar dan pulang karena kami katakan bahwa kami ingin beristirahat dengan tidak lupa memintanya agar besok jam 10 dia datang lagi.

Villa ini dibeli oleh Duta karena sebelumnya memang direncanakan untuk coba-coba usaha agribisnis. Bangunan yang ada hanya sederhana saja karena memang bekas bangunan Belanda yang terletak di tengah-tengah tanah seluas 1 hektar yang di depannya ada rumah penjaga yang jaraknya 75 ningeran.

Ada 4 kamar, yang dua besar dan ada connecting door, salah satunya ada 2 tempat tidur dan yang satunya single, dengan ruang tamu cukup luas, ruang dapur dan garasi. Kami sengaja memakai dua kamar yang besar itu.

“Mandi dulu gih..” pinta Mas Dehlan pada saya dan Aning.

“Maas, Aning dimandiin Mas aja.. Ya” rengek Aning manja sambil memegang lengan Mas Dehlan.

“Idih, kan udah becal, Aning kan bisa mandi cendili” goda Mas Dehlan dicedal-cedalkan.

“Nggak mau.., Aning mau mandi ama Mas aja” jawab Aning merajuk sambil cemberut dan langsung minta gendong.

Aku dan Duta hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka. Lalu Mas Dehlan menggendong Aning berputar-putar. Bibir keduanya tampak berpagutan mesra. Sambil tetap berciuman mereka menuju kamar mandi, yang oleh Duta sudah diganti dengan jacuzzi besar yang cukup untuk berendam 4 orang dan ada air panasnya. Lalu Duta meraihku dan memelukku, kami berciuman.

“Nyusul yok.. Kita bisa saling gosok” ajak Duta dengan langsung menggendongku.

Di jacuzzi, Mas Dehlan sedang memeluk Aning dari belakang sambil menciumi rambutnya, tapi aku yakin bahwa pasti tangan Mas Dehlan yang satu tidak akan jauh-jauh dari puting susu Aning, sedang yang lain entah apa yang digosok, tapi karena di dalam air dan tertutup busa sabun jadi tidak kelihatan. Sementara itu yang dipeluk memejamkan matanya penuh kenikmatan sambil sesekali mendesis.

Aku turun dari gendongan Duta. Kulepas semua pakaianku hingga telanjang bulat, setelah itu ganti kulucuti pakaian Duta sampai tak bersisa. Kontol Duta yang besar masih belum bangun penuh, jadi masih setengah kencang.

Dengan berbimbingan tangan kami masuk ke air dan Duta bersandar dekat Mas Dehlan. Dengan meluruskan kedua kakinya, aku maju ke pangkuan Duta, kutempelkan bibir memekku ke atas kontol Duta dan kutempelkan dadaku ke dadanya. Hangatnya air dan sentuhan kulit kami terasa nikmat, benar-benar nikmat.

Dengan perlahan tapi pasti benda bulat dalam lipatan bibir memekku membesar mengeras dan berusaha berdiri tegak, tapi karena tertahan oleh belahan memekku, benda tersebut tak bisa tegak. Di sebelahku, Aning juga sedang menduduki barang yang sama seperti aku. Aku tahu pasti, bahkan aku yakin bahwa Mas Dehlan masih belum memasukkan barangnya ke memek Aning. Kami berempat tak ada yang bersuara, hanya sesekali terdengar desahan lirih dari mulut Aning tetapi kami sama-sama tahu bahwa kami masing-masing sedang menikmati sesuatu yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

“Engh.. Egh..” tiba-tiba desahan Aning semakin keras diiringi geliat tubuhnya yang seperti cacing kepanasan.

“Aduh Mas, Aning nggak kuat.. Oh Mbak, ooh.. Mas Duta, ayo dong, Aning duluan” pintanya.

Kalau sudah begini biasanya Aning meminta Duta untuk segera membenamkan kontolnya ke memeknya. Aku beringsut meninggalkan Duta sementara Mas Dehlan masih memangku Aning dari belakang dalam posisi kedua kaki lurus ke depan dan bersandar pada dinding jacuzzi.

Duta mendekat dari depan sambil mengarahkan kontolnya ke arah selangkangan Aning dan Aning memberi jalan dengan mengangkangkan kedua pahanya. Perlahan dengan bimbingan tangan Aning, kepala kontol Duta memasuki memek Aning, jelas terlihat dari ekspresinya yang mendesis keenakan. Lalu pesta seks ini terus berlanjut.

Perlahan Duta mulai memompa maju mundur terlihat dari riak air yang mulai menggelombang, sementara Mas Dehlan memeluk Aning dari belakang sambil menciumi tengkuk dan belakang telinganya. Saat-saat seperti itu Aning nikmati dengan memejamkan mata sambil giginya beradu menahan nikmat yang luar biasa.

Meskipun kontol Mas Dehlan tidak melakukan penetrasi namun aku yakin, pasti ada yang mengganjal di anus Aning hingga itu membuat sensasi tersendiri untuknya. Tiba-tiba Aning melepaskan pelukan Mas Dehlan dan ganti memeluk Duta. Sedang Mas Dehlan masih tetap tidak dapat bergerak karena harus memangku dua orang yang sedang bersetubuh. Mas Dehlan hanya mengusap-usap punggung dan pinggang Aning dari belakang.

“Aduhh Mas, Aning ngga tahaan, enghh..” desah Aning sambil memeluk Duta erat-erat dan dada Duta yang bidang terkena sasaran gigitannya.

Melihat itu semua aku menjadi sangat terangsang tapi kami bertiga sudah bersepakat bahwa kesempatan kali ini adalah milik Aning sepenuhnya, jadi aku mengalah dulu. Sementara itu kutukar air jacuzzi dengan air hangat tanpa membubuhkan sabun. Begitu air telah mulai berkurang, kulihat posisi Aning yang mengangkang sementara Duta memompanya dari depan dan kontol Mas Dehlan tertindih di antara bokong Aning.

Sejenak Aning masih menikmati saat-saat indah orgasmenya. Kemudian Aning melepaskan diri dari Duta dan berdiri membalik menghadap Mas Dehlan hingga praktis memeknya berada di depan mulut Mas Dehlan. Diraihnya pinggul Aning dan Mas Dehlan mulai menciumi dan menjilati memek Aning.

“Aahh sshh Mas kita ke kamar aja.. Aning nggak tahan nih” rengek Aning. Mas Dehlan berdiri menggendong Aning dan meninggalkan kami berdua sementara Duta mulai berbalik menciumi payudaraku.

“Rien ikut yuk..” ajak Duta.

Aku ikut saja sambil berpelukan seperti Adam dan Hawa, kami menyusul Mas Dehlan dan Aning ke kamar besar yang ada single bed-nya. Kulihat Aning telah telentang dan Mas Dehlan menindihnya, sekali-sekali pinggulnya diangkat dan dihunjamkannya dengan penuh perasaan sampai melengkung.

Kutarik Duta dan segera aku telentangkan diriku. Aku ingin kontol Duta yang masih tegak berdiri segera menusukku mengisi relung vaginaku. Aku ingin mempraktekkan sex yoga yang baru aku pelajari dengan Mas Dehlan beberapa waktu lalu.

Sementara Mas Dehlan dan Aning menikmati saat-saat indah itu, di sebelahku Duta membuka kedua pahaku lebar-lebar dan mengarahkan kontolnya ke memekku yang telah merekah. Perlahan-lahan, mili demi mili aku rasakan benda itu mulai memasuki memekku sebelum akhirnya benda keras itu telah dengan sempurna berada di peraduannya.

Kemudian Duta menindihku dan memelukku dengan sepenuh perasaan. Aku sepenuhnya berkonsentrasi pada apa yang sedang kurasakan dan Duta mengikutinya hanya dengan diam, tanpa gerakan memompa hingga tanpa diperintah pun saraf-saraf nikmat di sepanjang lorong memekku bekerja, mula-mula hanya gerakan-gerakan halus.

Pada saat yang sama desiran-desiran nikmat juga mulai menjalari kedua payudaraku yang tertindih dada Duta. Semakin lama gerakan-gerakan halus di sepanjang lorong memekku berubah menjadi remasan-remasan dan mulai terasa getaran-getaran pada batang kontol Duta, bahkan kepala kontolnya terasa mulai melebar pertanda akan memuntahkan spermanya.

Napas Duta semakin memburu, aku sendiri sudah tak ingat apa-apa. Konsentrasiku hanya satu yaitu pada rasa nikmat yang menggelitiki mulai ujung puting payudaraku sampai ke lorong-lorong memekku. Dan.. Creet.. Creett.. Crett..

Ketika akhirnya sperma itu membasahi relung-relung memekku, jiwaku seakan melayang menari-nari di atas awan sambil berpelukan dengan Dutaku sayang. Sejuta kenikmatan kurasakan di sekujur tubuhku. Sementara itu..

“Oohh.. Ahh aduh Mas.. Aning mau nyampe lagi Mas..” suara desahan Aning kembali menyadarkan aku dan kudapati Duta yang masih ngos-ngosan dengan bermandi peluh mendekapku.

“Terima kasih Rien.. Kamu luar biasa” bisiknya di telingaku. Aku menoleh ke samping. Mas Dehlan juga sedang menjelang saat-saat akhir mendekati puncak. Tampak pinggulnya menghunjam selangkangan Aning dalam-dalam dan..

“Aahh.., adduhh Mmass..” Aning dan Mas Dehlan hampir bersamaan mengejat-ngejat keenakan.

Akhirnya kami mengakhiri permainan sore itu setelah jam menunjukkan hampir pukul 19.00. Rasa lapar akhirnya datang juga mengingat kami belum makan malam. Bergegas kulepas pelukan Duta, lalu dengan telanjang bulat aku pergi ke dapur.

Kubuka bungkusan-bungkusan bekal yang telah aku siapkan. Aning menyusul juga dalam keadaan telanjang dan akhirnya kami berempat menghadapi meja makan masih dalam keadaan telanjang tanpa ada yang sempat membersihkan diri bahkan dari celeh memekku dan memek Aning masih tampak meleleh sperma suami-suami kami.

Pagi itu aku bangun lebih awal karena memang aku dapat beristirahat penuh saat malamnya. Kulihat Mas Dehlan masih memeluk Aning berhadapan, sedang dari belakang Duta tampak memepetkan tubuhnya terutama pada bagian bokong Aning, pasti batangnya masih menancap.

Kebiasaan Duta selalu membenamkan kontolnya sambil tidur dan hebatnya tidak lepas, tetap saja kencang di dalam memek. Sedang Mas Dehlan pasti tangannya tak mau jauh-jauh dari puting, aku tahu persis kelakuan kedua laki-laki itu karena aku juga sering diperlakukannya demikian, bedanya aku tidak dapat tidur dengan kontol masih mengganjal memekku, sedangkan Aning bisa, mungkin karena kecapaian.

Dalam hal seks sebenarnya aku sudah puas sekali dipenuhi oleh Mas Dehlan dan Duta tapi kehadiran Aning kadang membuatku ingin bereksperimen terhadap respons sex yang ditimbulkan oleh sesama jenis. Meskipun aku sudah sering main berempat, tapi biasanya aku atau Aning hanya bersifat pasif kurang dominan, sedangkan peran utama tetap pada kedua pria itu.

Pernah pada suatu hari Mas Dehlan sedang tidak ada di rumah karena ada tugas ke luar kota selama seminggu dan Duta sedang ada di rumah setelah dari Jakarta selama hampir 5 hari. Kira-kira pada pukul 19.00, Aning datang ke rumahku.

Nampaknya Aning tahu bahwa aku sedang berduaan saja dengan Duta. Kami duduk di ruang tamu. Seperti biasa Aning agak kurang tertarik untuk ML kalau dengan Duta. Aku pamit ke dapur untuk membuat minuman. Aku sedang menyeduh teh, ketika Duta tiba-tiba sudah berada di belakangku. Sebelum aku sadar apa yang terjadi, Duta sudah mendekapku dari belakang.

“Duta, jangan.. Jangan di sini sayang, aku kan lagi pegang air panas.. Gak boleh.. Ya sayang..” kataku manja sambil berusaha melepaskan diri.

“Rien..”, bisiknya sambil menciumi leher dan telingaku.

“Rien.. Aku kangen banget sama Rien. Kasihanilah aku Rien.. Aku kangen banget”, bisiknya sambil terus mendekapku erat-erat.

“Iya.. Iya tapi kan baru tiga hari masak udah gak sabar..” kataku sambil meronta-ronta manja dalam pelukannya.

“Aduhh. Mbaak jangan gitu.. Mas Duta sudah ngga kuat tuh.. Nggak kuaat kan Mas”, bisik Aning tiba-tiba juga sudah berada di belakang Duta tanpa sehelai benang pun dengan sinar mata penuh nafsu.

Tangan Aning tiba-tiba meremas buah dadaku, menciumi leher dan belakang telingaku. Tangan kirinya merangkulku dan tangan kanannya tahu-tahu sudah meraba vaginaku sementara pelukan Duta mengendur memberi kesempatan. Aduh, gilaa, sentuhan Aning malah melambungkan nafsuku. Kalau tadi aku pura-pura meronta, sekarang aku malah pasrah, menikmati remasan tangan Aning di puting payudara dan di vaginaku.

Aku dibaliknya menjadi berhadapan, aku didekapnya, dan diciumi wajahku. Dan akhirnya bibirku dikulumnya habis-habisan. Lidahnya masuk ke mulutku, dan aku tidak sadar lagi saat lidahku juga masuk ke mulutnya. Aning menurutku saat itu agak kasar tetapi benar-benar romantis hingga aku benar-benar terhanyut. Sensasinya luar biasa, baru kali itu aku merasakan nikmatnya sentuhan sejenis.

Tanpa terasa Duta dan aku pun telah telanjang bulat, entah siapa yang melucutiku, mungkin Duta. Kalau situasinya memungkinkan, belaian sejenis ternyata malah menjadi lebih nikmat untuk dinikmati. Aku membalas pelukannya, membalas ciumannya. Kami semakin liar. Tangan Duta menyingkap belahan bokongku dan merogoh ke dalam vaginaku yang sudah basah dari belakang sedang tangan Aning mengerjai vaginaku dari depan.

Didekapnya clitorisku dan dipijat-pijatnya, diremasnya, dimainkannya jarinya di belahan vaginaku dan menyentuh clitorisku. Kami tetap berdiri. Aku didorong Aning mepet menyandar ke tubuh Duta, penisnya sudah tegang sekali, mencuat ke atas. Tangan kananku dibimbingnya untuk memegangnya. Penis Duta memang lebih besar daripada punya Mas Dehlan. Secara refleks penisnya kupijat dan kuremas-remas dengan gemas.

Duta semakin menekan penisnya ke celah bokongku untuk menerobos vaginaku. Aku paskan di lubangku, dan akhirnya masuk, masuk semuanya ke dalam vaginaku. Duta dengan sangat bernafsu mengocok penisnya keluar masuk sementara kuangkat satu pahaku dan Aning telah merosot ke depan selangkanganku untuk mengulum clitorisku yang juga sudah mencuat.

Benar-benar kasar gerakan Aning, tetapi gila, aku sungguh menikmatinya. Sementara penis Duta terasa mengganjal dari belakang dan nikmat sekali. Aku pegang bokongnya dan kutekan-tekankan agar mepet ke pangkal pahaku, agar mencoblos lebih dalam lagi.

“Duta.. Aning.. Aku ngga kuat.. Aduhh.. Kalian.. Curang..” bisikku dengan nafas memburu.

“Ooh.. Meet..”

Cepat kudorong pinggulku ke belakang, sehingga penis Duta bertambah dalam di vaginaku hingga aku mengejat-ngejat menikmati orgasme.

“Orghh..” Duta melenguh seperti kerbau disembelih pertanda akan memuntahkan spermanya.

Lalu tangan Aning segera mencabut dan menggenggam penis Duta yang memuncratkan spermanya di dalam mulut Aning hingga sebagian tumpah di lantai dapur. Kami berpelukan lagi sambil mengatur napas kami.

Ya ampun, aku telah disetubuhi Duta dan dioral Aning dengan posisi Duta berdiri, sambil mepet ke tembok. Gila, aku menikmatinya, aku berakhir orgasme dengan sangat cepat, walaupun hanya dilakukan tidak lebih dari 20 menit saja. Mungkin ini karena sensasi yang kuperoleh dari permainan dengan sesama jenis juga.

Pagi itu setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, timbul niatku untuk ganti mengerjai Aning sekaligus memberikan kenangan perpisahan untuknya. Sambil memisahkan pelukan Mas Dehlan dengan Aning, aku yang sudah mandi dan masih telanjang bulat menyelinap di antara tubuh mereka.

“Biar aku yang gantiin peluk Aning Mas..”, kataku pada Mas Dehlan.

Mas Dehlan bangun dan langsung ke kamar mandi. Kudekap Aning, kupegang puting susunya yang sebelah kiri sementara tangan kananku meraba vaginanya. Benar saja di memek Aning masih terganjal kontol Duta. Aning terbangun.

“Aku sayang sama Mbak Rien..”, kata Aning sambil mencium bibirku.

“Kamu luar biasa deh Ning.. vegymu masih bisa pegang.. the big gun”, bisikku sambil tersenyum. Aning juga tersenyum nakal, sambil ganti membelai payudaraku.

“Punyaku kencang dan keset ya Mas? Mas Dehlan suka bilang gitu. Meskipun udah buat lewat anakku”, tanya Aning ke Duta manja. Yang ditanya hanya membuka matanya separuh.

“Mbak, punya Mbak Rien juga masih oke banget kan, nyatanya Mas Duta selalu ketagihan”, kata Aning lagi. Kami berdua tersenyum dan mempererat pelukan kami.

Kuciumi Aning dari kening, mata, hidung hingga mulut. Disambutnya ciumanku dengan permainan lidahnya. Lama kami berciuman dan tanganku pun tak henti meremas teteknya yang kenyal. Lalu kubuka bibir vaginanya.

Kemudian kususupkan tanganku ke dalam belahan memeknya di antara kontol Duta untuk kemudian jari tengahku kutarik ke atas hingga tepat menekan clitorisnya. Memek Aning telah banjir akibat kelenjar-kelenjar memeknya mengeluarkan cairan karena rangsangan tanganku dan dari kontol Duta yang mulai ditarik keluar masuk.

“Sshh.. Oohh.. Mbak.. Please.. Sshh.. Don’t stop.. Aahh..” desah Aning.

Lalu jari telunjukku memainkan clitorisnya yang mulai menegang sementara Duta memompanya dari belakang dan mulutku telah beralih turun ke putingnya. Kuberanikan untuk menyodok-nyodok memeknya dengan dua jari. Agak kasar.

“Sshh.. Aahh.. Oohh Mbak.. Aning ngga tahann.. Sshh..”

Aning mulai mengacak-acak rambutku. Aku merosot ke arah selangkangan Aning, kuangkat paha Aning yang kiri dan aku bantalkan kepalaku pada paha satunya. Dengan posisi paha bawah menekuk begini aku dapat leluasa menjilati clitoris Aning dari depan sedangkan Duta tetap leluasa memompa dari belakang.

“Ohh.. Mbak.. Mas Duta.. Aku mau keluar..” Aning berteriak tidak tahan diperlakukan demikian. Kedua pahanya mulai bergerak akan dijepitkan pada kepalaku sambil terus menggoyangkan pantatnya, tiba tiba Aning menjerit histeris..

“Oohh.. Mbak bagaimana.. Ini.. Orgghh..” Aning terus mengejat-ngejat dengan ritmis pertanda dia sudah keluar.

Duta terus menggenjot pantatnya semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memek Aning. Dan.. crett.. crreett.. ccrreett.. Dan keluarlah sperma Duta dari sela-sela memek Aning saat sperma Duta keluar. Aku langsung menyedotnya habis sampai bersih.

Rupanya Mas Dehlan sudah selesai mandi dan begitu Duta mencabut kontolnya dari memek Aning langsung saja Mas Dehlan menggantikan posisi Duta dengan tidur miring dan memasukkan kontolnya ke memek Aning dari belakang.

Mas Dehlan mulai mengayunkan kontolnya, walau tampak agak kelelahan tapi Aning berusaha mengimbangi. Setelah agak lama Mas Dehlan meminta Aning untuk berposisi menungging dengan tanpa melepaskan kontolnya.

Otomatis Aning mengangkangiku dalam posisi 69. Aku terus saja mengambil posisi merengkuh bokong Aning dan mengganjal kepalaku dengan dua bantal agar mulutku dapat pas di clitoris Aning. Mas Dehlan langsung mendorong pantatnya.

Aku terkesiap ketika kurasakan lidah Aning sudah memainkan clitorisku, sambil meremas tetekku yang dari tadi terbiarkan. Aku pun mengangkat pantatku dan menarik pinggul Aning hingga kami berpelukan dengan bantalan tetekku dan tetek Aning. Rasanya jiwaku melayang apalagi saat sesekali aku dapat meraih kontol Mas Dehlan untuk kukulum dan memasukkannya lagi ke memek Aning.

“Aduuhh..,.. Ning..” erang Mas Dehlan sambil terus laju memompa memek Aning, dan dua buah pelirnya memukul-mukul ubun-ubunku.

Tiba-tiba ditahannya pantat Aning kuat-kuat agar tidak bergoyang. Dengan menahan pantat Aning kuat-kuat itulah Mas Dehlan dapat memompa lebih kuat dan dalam, sedangkan aku dengan susah payah harus melumat clitoris Aning.

Rupanya Mas Dehlan kuat juga meskipun telah berkali-kali kemaluannya menggocek memek Aning tadi malam tapi masih tetap saja tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelelahan bahkan semakin meradang.

Kulepas mulutku dari clitoris Aning dan terus kutekan dengan jari tengahku sambil kugosok naik turun seperti bermasturbasi, dan tiba-tiba Aning mengapit kepalaku.

“Aduuhh.., Mbakk.., Aahh Mas.. Dehlan,” kudengar erangan Aning mulai tidak karuan saat aku terus melakukan gosokan pada clitorisnya.

“Mbak Rien..,.. Aku mau keluar.. Ahhgg..” desahnya lagi.

Mendengar desahan Aningm aku dan Mas Dehlan seperti dikomando, semakin gencar melakukan gosokan sambil tanganku naik turun untuk mempercepat rangsangannya dan Mas Dehlan mempercepat tempo genjotannya. Dan tak lama kemudian.., seerrtt.., seerrtt kurasakan dua semburan lelehan putih dari bibir memek Aning serta kedua pahanya semakin mengapit kepalaku kuat-kuat. Lelehan warna putih pekat di tanganku kumasukan mulutku, terasa agak manis asin.

Setelah kedutan-kedutan memek Aning berhenti, kulihat kontol Mas Dehlan yang masih tegar kuraih, kuhisap dan kukulum serta kujilat pada kemaluan yang membonggol itu dan hasilnya luar biasa.., aku merasa ukurannya bertambah besar dan mulai bekedut-kedut. Kuhisap lagi berulang kali sampai aku puas. Aku mulai merasakan adanya cairan manis keluar dari ujung kemaluan itu. Aku terus berusaha, mulutku mulai payah. Kugoyang-goyangkan telur kemaluan Mas Dehlan.

“Ahh Rienn..” desah Mas Dehlan.

Creet.. crett.. Saking kuatnya semprotan dari kemaluan Mas Dehlan, kurasakan ada air maninya yang langsung masuk tertelan. Kuhisap terus sampai terasa tidak ada lagi air mani yang keluar dari kemaluan Mas Dehlan.

Kubersihkan kemaluan Mas Dehlan dengan menjilatinya sampai bersih. Aku puas merasakannya. Aku bahagiaa. Sebentar kemudian kurasakan kemaluannya mulai mengecil dan melemas. Pada saat telah kecil dan lemas tersebut, aku merasa mulutku mampu melahap kemaluannya secara menyeluruh.

Kuangkat tubuh Aning tidur ke samping. Kami tidak berpakaian. Aning mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkulku dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku. Meskipun udara Kopeng dingin, tetapi tubuh kami masih kepanasan berkeringat akibat permainan tadi.

Siangnya pada jam 10.00, kami rapat dengan dihadiri Pak Kidjan penunggu Vila dan memutuskan bahwa pengelolaan usaha yang ada di Jawa termasuk kebun dan villa akan menjadi tanggung jawab Aning. Aning hanya menangis ketika kami sampaikan bahwa kami harus pindah, tapi dengan fasilitas dan keuangan yang ia kelola, Aning akan dapat menyusul kami sewaktu-waktu.

“Kami tak akan pernah melupakanmu Ning..,” itulah kata-kata kami kepada Aning sebelum kami akhirnya terbang ke Bumi Nyiur Melambai.

Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa