Cerita Sex Grepe Tubuh Sovi 1st | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Sex Grepe Tubuh Sovi 1st

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Grepe Tubuh Sovi 1st. Mata kuliahku terakhir sudah selesai, waktu menunjukan jam 6 malam, langitpun sudah gelap yang mana Sovi masih di semester 4 jurusan Ekonomi dengan rambut hitam yang memanjang sampai sebahu menuju ke halte dari kampusnya, perasaan Sovi agak tidak nyaman waktu itu dimana mata cowok yang disekitarnya melihatinya dengan penuh nafsu.

Cerita Dewasa Grepe Tubuh Sovi 1st

cerita sex Mahasiswi, cerita sex panas Mahasiswi, cerita sex terbaru Mahasiswi, cerita sex hot Mahasiswi, cerita sex foto mahasiswi cerita sex mesum mahasiswi cerita sex baru

Cerita Sex Grepe Tubuh Sovi 1st

Tersadarlah Sovi bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga tokednya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Sovi menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol).

Apalagi kulit Sovi memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang & paha mulusnya karena Sovi memang cukup tinggi, 173cm. ”Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si Hutabarat

Biar dia gak konsen”, pikir Sovi. Biasanya Sovi bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-cowok di jalan.

Siang tadi Sovi ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel. Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit. Sovi tambah salah tingkah karena cowok-cowok di halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan tokednya yang nongol lebih dekat lagi. ”Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked gw”, membatin lagi si Sovi.

Sovi menggunakan bukunya untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Sovi yang memang bulat sekal dan menonjol. Makin salah tingkahlah si Sovi. Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang sudah pada pulang.

Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya. Apalagi kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Sovi tidak kebayang tangan-tangan usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya. Sudah kepikiran untuk naik taxi, tapi uang tidak ada.

Jam segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama siapa bingung. Sovi coba alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau si Angel atau Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off.

”Buset, sial banget sih gue hari ini.” Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai ”Neng, susunya mau jatuh tuh, abang pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe”. Pias! Memerahlah muka Sovi.

Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin pelototin toked si Sovi. Makin jengahlah si Sovi. Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Sovi. Jendelanya terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Ethan.

Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Sovi, berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm. ”Sov, jualan lo disini? Hehe”.Sovi membalas ”Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya” pinta Sovi. Sovi sebenarnya enggan ikut bersama si Ethan karena dia terkenal suka main cewek. Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik mobil si Ethan.

Tapi si Ethan malah bilang ”Wah sory Sov, gue harus pergi jemput nyokap gue. Arahnya beda sama kosan elo”.

”Than, please anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo” rajuk Sovi. Sambil nyengir mesum Ethan berucap ”Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin”.

”Iya deh, ntar gue bayar” Sovi asal ucap, yang penting bisa pergi segera dari halte tersebut.

”Hehe sip” kata Ethan sambil membuka pintu untuk Sovi.

Sovi masuk ke dalam mobil Ethan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.

Mobil Ethan mulai menembus kemacetan ibu kota. ”Buset dah lo Sov, sexy amat hari ini”.

Kata Sovi ”Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe”.

”Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte haha” balas Ethan. “Sial, enak aja lo ngomong Than” maki Sovi. Sambil mengerling ke Sovi, Ethan berucap “Sov, bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya”.

”Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue bayarin bensin lo” balas Sovi. “Sapa yang minta diduitin bensin, Non” jawab Ethan.

“Trus lo mau apa? Traktir makan” tanya Sovi bingung.

“Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja” ucap Ethan misterius. Semakin bingung si Sovi.

Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Ethan berkata ”Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked lo. Nepsong banget gue liatnya”.

Seringai mesum Ethan menghiasi wajahnya. Seperti disambar petir Sovi kaget dan berteriak ”BANGSAT LO THAN. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!”.

Pandangan tajam Sovi pada wajah Ethan yang tetap cengar-cengir.

“Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini” kata Ethan. Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan.

Sovi jelas ogah. “Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang” Sovi bergidik sambil melihat sekitarnya.

”Ya biarlah si Ethan bisa seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Ethan ini”.

Akhirnya Sovi ngomong ”Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama” Sovi ketus. ”Ga kok Sov, cuma sampe kos lo doang” kata Ethan penuh kemenangan.

”Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri.

Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan” pikir Sovi. Tangan kiri Ethan langsung terjulur meraih toked Sovi sebelah kanan bagian atas yang menonjol dari balik t-shirtnya. Sovi merasakan jari-jari kasar Ethan dikulit tokednya mulai membelai-belai pelan.

Darah Sovi agak berdesir ketika merasakan belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada toked kanan bagian atasnya. Sambil tetap menyetir, Ethan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Sovi yang menegang karena sebal tokednya diremas-remas.

Ethan sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Sovi tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Ethan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan tokednya.

Nafas Sovi mulai agak memburu, tapi Sovi masih bisa mengontrol pengaruh remasan-remasan tokednya pada nafsunya ”Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini” pikir Sovi. Tapi Ethan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam t-shirt Sovi

Bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil. Toked Sovi yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Ethan yang sebenarnya lebar juga. ”Ahh…!” Sovi terpekik kaget karena manuver Ethan.

”Hehe buset toked lo Sov, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan gue aja ga cukup neh hehe” ujar Ethan penuh nafsu. Ethan melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta toked Sovi keluar dari BH-nya.

Toked sebelah kanan Sovi kini nongol keluar dari wadahnya dan terekspos full. ”Wuah..buset gedenya. Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Sov” kata Ethan vulgar.

”Bangsat lo Than. Kok sampe gini segala” protes Sovi berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya. Tangan Sovi langsung ditahan oleh Ethan ”Eh, inget janji lo.

Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar kek, terserah gue”.

Sambil cemberut Sovi menurunkan tangannya. Penuh kemenangan, Ethan kembali menggarap toked Sovi yang kini keluar semuanya. Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Sovi semakin kehilangan kendali.

Nafasnya mulai memburu lagi. Apalagi Ethan mulai memelintir-melintir puting Sovi yang besar dan berwarna pink. Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Ethan yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Sovi.

Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran-getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Sovi.

”Ngehek nih cowok. Puting gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!” membatin si Sovi.

Tapi puting Sovi yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Ethan yang berpengalaman. ”Hehe mulai horny juga nih lonte.

Rasain lo” pikir Ethan kesenangan. Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Sovi tidak sadar kalau Ethan sudah mengeluarkan kedua bongkah tokednya.

Tangan kiri Ethan semakin ganas meremas-remas toked dan memilin-milih kedua puting Sovi. Ucapan-ucapan mesum pun mulai mengalir dari Ethan “Nikmatin aja Sov, remasan-remasan gue. Puting lo aja udh mulai ngaceng tuh. Ga usah ditahan birahi lo.

Biarin aja mengalir. memek lo pasti udah mulai basah sekarang”. Sovi sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Ethan, tapi pada saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Sovi untuk mengikuti libidonya yang semakin memuncak.

Sovi juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya mulai lembab. “Sial..memek gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Ethan masih ngremesin toked gue” pikir Sovi yang mulai susah menahan birahinya.

Berpikir seperti itu, Sovi melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari memeknya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Ethan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di memek Sovi semakin memuncak. “BUSETT. Cuma diremes-remes toked gue, gue udah mo keluar”.

Sovi menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Ethan yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Sovi terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap toked Sovi.

Ketika melihat urat leher Sovi menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di bawahnya, jari telunjuk dan jempol Ethan menjepit kedua puting Sovi dan menarik agak keras kedepan.

Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa gatal yang memuncak di memiaw Sovi. Kedua tangan Sovi meremas jok kuat-kuat, dan keluar lenguhan tertahan Sovi “Hmmmffhhhhhhh….”. Pada saat itu, memek Sovi langsung banjir oleh cairan pejunya. Pantat Sovi mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat menahan arus orgasmenya.

“Oh..oh..hmmffhh” Sovi masih berusaha menahan agar suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Ethan sudah melihat bagaimana Sovi orgasme, keenakan karena tokednya dipermainkan. “Hahaha dasar lonte lo Sov.

Sok ga suka Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu” Ngakak Ethan penuh kemenangan. Nafas Sovi masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya gelombang orgasme barusan.

“Kampret lo Than” maki Sovi perlahan. “Lo boleh seneng sekarang. Tapi berikut ga bakalan gue keluar lagi. Gue udah ga horny lagi” tambah Sovi yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun.

Tapi, ternyata inilah kesalahan terbesarnya. Beberapa saat setelah memeknya merasakan orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin digesek-gesek. ”Lho, kok memek gue makin gatel.

Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..gue pengen memek gue dikontolin sekaraangg..siaall..” sesal Sovi dalam hati. Ethan seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan memek) Sovi. Walaupun Sovi bilang dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng mengatakan lain.

Ethan menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Sovi. Tangan satunya langsung menekan kursi Sovi agar tertidur.

Sovi yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi. ”EEHHH…APA-APAAN LO THAN??” Teriak Sovi. Tidak peduli teriakan Sovi, tangan kiri Ethan langsung meremas toked Sovi lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Sovi.

”OOUUHHHH……….!!” lenguh Sovi keras, karena tidak menyangka memeknya yang semakin gatel dan berkedut-kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan. Akibatnya, Sovi langsung orgasme untuk kedua kalinya.

Ethan tidak tinggal diam, ketika badan Sovi masih mengejang-ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Sovi kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Sovi terjadi terus-menerus.

”Oouuuhh…Aghhhh…Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn…!! Teriak Sovi makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Sovi semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat-urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya.

Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Sovi mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Ethan. ”Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu sih.

Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot” batin Sovi. Saat Sovi masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Ethan sudah bergerak di atas Sovi, mengangkat t-shirt Sovi serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga toked Sovi yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Ethan.

Tersenyum puas dan napsu banget Ethan berucap ”Gilaa..toked lo Sov. Gede banget, mengkal lagi. Harus gue puas-puasin ngenyotinnya ni malem”. Ethan langsung menyergap kedua toked Sovi yang putingnya masih mengacung tegak.

Mulutnya mengenyot toked yang sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas-remas & memilin-milin puting yang sebelah kiri. Diisap-isap, lidah Ethan juga piawai menjilat-jilat dan memainkan kedua puting Sovi.

Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Ethan, membuat Sovi terpekik ”Ehhgghh ahh.. ahh.. Ehhtanhnn.. kahtanya.. kahtanya cuma pegang-pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh…ahh..ahh..” kata Sovi sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua tokednya.

Ethan sudah tidak ambil pusing ”Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa nikmatin toked kaya gini bagusnya”. Sekarang kedua tangan Ethan menekan kedua toked Sovi ketengah, sehingga kedua putingnya saling mendekat.

Kedua puting Sovi langsung dikenyot, dihisap & dimainin oleh lidah Ethan. Sensasinya luar biasa, Sovi semakin terhanyut oleh birahinya. Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Sovi. Lidah Ethan mulai turun menyusuri perut Sovi yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan kanan Ethan aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Sovi.

”Aah..ah.. emhh.. emh..Than.. lo ngapahin sihh..” keluh Sovi tak jelas. Dengan sigap Ethan menyingkap rok mini Sovi tinggi-tinggi. Memperlihatkan mini panty La Senza Sovi berwarna merah.

Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembi Sovi yang tipis terlihat hanya diatas saja, dengan alur jembi ke arah pusernya.

”Buseett..sexxyy bangett.. bikin konak gue ampir ga ketahan.” syukur Ethan dalam hati. Tanpa babibu lagi jari-jari Ethan langsung menekan belahan memiek Sovi, dan Ethan langsung mengetahui betapa horny-nya Sovi ”Wah Sov, memek lo udah becek banget neh.

Panty lo aja ampe njeplak gini hehe”. Sovi cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Ethan menenekan dan menggesek-gesek memeknya dari atas panty.

”Thaan..than..singkirinn tangan lo doong….emh..emh..” keluh Sovi perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat. ”Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Sovi makin konak hehe” pikir Ethan napsu.

Cepat Ethan ambil posisi di depan selangkangan Sovi yang terbuka. Kursi Sovi dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Sovi dibuka semakin lebar, dan Sovi nurut saja. Jemari Ethan meraup panty mungil Sovi, dan membejeknya jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan memek Sovi.

Ethan mulai menggesek-gesekkan panty Sovi ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat.

”Aah.. aahh…ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu Etthann ahh…” desah Sovi keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Ethan juga semakin konak melihat memek Sovi yang terpampang jelas.

Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja.

”Sov, memek lo ternyata mantap & montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh. Apalagi sampe gue genjot nanti hehe” ujar Ethan penuh nafsu. Panty Sovi dipinggirkan sehingga lidah Ethan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Sovi. Tapi sebentar saja Ethan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Sovi, dan dipelorotkan panty-nya.

Kini antara Ethan dan memek Sovi yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang apa-apa lagi. Ethan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok itu. Tapi, Sovi yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat ketika Ethan melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Ethan dengan kedua tanggannya.

”Gila lo Than, mo ngapain lo?? Jangan kurang ajar ya. Bukan gini perjanjian kita!” ujar Sovi agak keras. Tapi kedua tangan Sovi dengan mudah disingkirkan oleh tangan kiri Ethan, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Ethan langsung mencaplok memek Sovi.

Ethan melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah menyapu-nyapu clitoris dan menusuk-nusuk kedalam memiaw. Bunyi kecipakan ludah dan peju Sovi terdengar jelas. Konak Sovi yang sempat turun, langsung naik lagi ke voltase tinggi.

Kepala Sovi mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan agak keras.

”Ouuuffhhh….eeahh…ah. .ah lo apain mehmmek gue Thann..” erang Sovi nyaris setengah sadar. Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir memeknya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah dan gigitan kecil Ethan.

Tapi, semakin Ethan beringas mengobok-obok memek Sovi dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang memek Sovi, rasa gatal nikmat itu malah semakin hebat. Sovi sudah tidak dapat membendung konaknya sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.

” OUUHHHHG….. HMMPPHH… ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..”.
Kepala Sovi menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan kepala Ethan semakin dalam ke selangkangannya. Pantatnya naik turun tidak kuat menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Sovi.

Rasa ogah & jaim sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.

”ETHAANN…GILLAA… HOUUUHHH.. ENAAKK…. THANN…AHHH” Sovi semakin keenakan. Ethan yang sedang mengobok-obok memek Sovi semakin semangat karena memek Sovi sudah betul-betul banjir. Peju dan cairan pelumas Sovi membanjir di mulut dan jok mobil Ethan.

Jempol kiri Ethan menggesek-gesek clitoris Sovi, sedang jari-jari Ethan mengocok-ngocok lubang memek dan G-spot Sovi dengan cepat.

”Heh, ternyata lo lonte juga ya Sov. Mulut lo bilang nggak-nggak mulu. Tapi memek lo banjir kaya gini.

Becek banget” kata Ethan dengan semangat sambil tetap ngocok memiaw Sovi. Dalam beberapa kocokan saja Sovi sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme sudah diujung memeknya.

Ketika Ethan melihat mata Sovi yang mulai merem melek, otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Sovi yang mulai mengangkat, Ethan tau bahwa Sovi akan sampai klimaksnya. Langsung saja Ethan menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Sovi.

Sovi jelas saja langsung blingsatan ” Ah..ah napa brentii…” sambil tangannya mencoba mengocok memeknya sendiri. Ethan dengan tanggap menangkap tangan Sovi, dan berujar ”Lo mau dituntasin?”. Sovi merajuk ”Hiyah.. Than.. gue udah konak banggett nih. Pleasee.. kocokin lagi gue ya”.

Bersambung ke Cerita Sex Grepe Tubuh Sovi 2st — pukul 19.00 wib

Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa