Cerita Sex Tubuh Mulus Ibu Frida | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Sex Tubuh Mulus Ibu Frida

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Tubuh Mulus Ibu Frida. Usiaku yang 21 tahun ini aku akan membagikan pemgalaman indahku yang sempat aku alami, sebut saja Ahmad namaku, cerita sex ini tidak bisa aku lupakan dimana perjaka hilang dengan wanita yang hot, kira kira sudah dua tahun saat aku masih duduk di kelas 2 SMA.

Cerita Dewasa Tubuh Mulus Ibu Frida

cerita sex ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita orang ngentot, kumpulan cerita ngentot, ngentot cerita, cerita hot ngentot, cerita nyata ngentot, koleksi cerita ngentot, cerita ngentot baru, kumpulan cerita ngentot terbaru.
Cerita Mesum Tubuh Mulus Ibu Frida

Riuh didalam kelas SMA 2, aku duduk disamping teman yang bernama Tony, saat itu kami lagi menunggu guru mata pelajaran Bahasa inggris, sebenarnya aku ingin cabut tetapi si Tony melarangku cabut, karena si Tony lagi tidak punya uang.

Si Tony teman cabut yang paling setia, setiap Tony mengajak ku cabut, aku selalu mengikutinya, karena dia termasuk katagori anak orang kaya. Bapaknya pengusaha dan ibunya kepala dinas, sedangkan aku hidup pas pasan, ayahku buruh lepas dan ibuku warung harian.

Si Tony kehabisan uang karena dia kalah taruhan bola, kalau dia menang pasti kami sudah cabut, setelah ribut di kelas, terdengar Bapak Kepala sekolah berkata “Selamat pagi anak-anak” kami pun menjawab

“Pagi pak”.

“Hari ini bapak indra tidak bisa mengajar, karena orang tuanya meninggal di kampung (pulau jawa), jadi kalian akan di gantikan dengan guru sementara, sebentar lagi ibu Frida akan datang, kalian harus sopan dengan ibu ini, karena ini pertama kali dia mengajar.

Setelah itu bapak itu langsung keluar setelah mengucapkan salam, kami berikir ibu baru ini pasti cantik dan muda lagi, tidak seperti guru lainnya. Setelah 5 menit berlalu muncullah seorang wanita cantik dengan menggunakan rok span hitam dan baju putih, ternyata sungguh sempurna, badannya seperti gitar kapok, dan bokongnya aduhai, hidung mancung, bibir sexxy.

Ibu Frida pun langsung menyapa kami dengan suara lembut gemulai, “selamat pagi, saya guru baru yang akan mengajar bahasa inggris selama kurang lebih sebulan, Karena bapak indra baru mendapat musibah” ibu itu berbicara panjang lebar untuk memperkenalkan diri,

Sedang kan aku hanya melamun dan menghayal ibu Frida, aku berfikir gimana bisa aku  menyentuh tubuh ibu yang mulus itu!!! Setelah pelajaran selesai q langsung pulang (cabut) bersama Tony, sepanjang perjalanan q menghayal ibu Frida.

Keesokan harinya saya datang lebih awal, karena ibu Frida masuk jam pertama, Setelah semua masuk termasuk ibu Frida juga hadir, ibu memberi tugas satu persatu anak anak maju kedepan untuk memperkenalkan diri dalam bahasa inggris, “wah aku cabut ah” karena aku takut untuk maju, soalnya aku buta dalam bahasa inggris.

Tetapi niat tuk cabut aku batalkan, setelah sebagian maju dan sekarang giliran ku, saat aku maju aku melihat suasana begitu indah di mata ku, paha mulus tidak ada goresan sedikit pun, aku hanya bisa menelan air ludah ku sendiri, “ayo Ahmad perkenalkan diri kamu” ibu Frida berkata.

Aku pun ngomong patah patah seperti orang di todong pistol di kepala, karena aku memang buta bahasa inggris yang hanya ku tau yes and no, teman ku semua menertawakan ku, karena melihat tingkahku.

“Ahmad seharusnya kamu ikut pelajaran xtra, atau kamu ikut les”  jawab buk Frida,iya buk jawabku, setelah q di persilakan duduk aku mendapat kan sebuah ide biar aku bisa dekat dengan ibu Frida aku di ajarin sama ibu Frida.

Saat dirumah aku memohon minta les bahasa inggris sama ibu, “tumben kau mau les, sekolah saja jarang masuk, emang berapa biaya lesnya, kalau mahal mahal ibu tidak sanggup, kita ini banyak membutuhkan uang, belum abang mu yang kuliah, dan adikmu masih SD” jawab ibu ku seperti itu.

Ke esokan harinya aku memberanikan diri untuk bertemu ibu Frida untuk berbicara supaya ibu Frida yang akan mengajariku les, setelah kesana sini aku mencari bu Frida, aku bertemu ibu Frida sendirian dikantin, aku mendekatkan diri dan meminta ibu Frida yang mngajari ku, ibu Frida setuju tetapi aku harus datang kerumah nya, aku pun dengan gembira karena ibu Frida mau mengajari ku dan ibu Frida langsung memberi alamat rumahnya.

Tepat jam delapan malam, aku berdiri di depan rumah bu Frida,

“cari siapa ya” seorang gadis sebaya dengan ku, “ada ibu Frida mba” jawabku,

owh kamu muridnya ya”

“iya mbak”

“bentar ya saya panggil kakak saya”, owh ternyata adiknya, tidak lama kemudian ibu Frida pun muncul, “silakan masuk man” saya pun masuk dengan membelakangi ibu Frida, aku terus melihat bodynya yang sexxy, khayalan ku semakin gila melihat bokong bu Frida, seandainya burung ku bisa menempel di bokong nya, uhh enaknya.

Kami pun duduk diruang tamu, dan memulai pelajaran, tapi sayangnya aku tidak pernah mengerti apa yang di omongin ibu Frida,yang ada di pikiran ku hanya ngentod dan ngentod sama bu Frida. Aku melihat benjolan dada yang dilapisi dengan baju kaos berwarna biru.

Dan pahanya begitu mulus rasa ingin di jilati, aku hanya bisa menjawab ya bu dan ya bu, dan akhirnya selesai setelah 2 jam kurang, aku pun pulang. Sesampai di kamar aku pun melakukan yang biasa aku lakukan, aku membayangkan ibu Frida bersetubuh dengan ku, dan aku pun finish.

Sudah pertemuan ke enam saya datang jam 7:20 lebih awal, dan di persilakan duduk tempat seperti biasa, ruang tamu. Orang tua bu Frida kelihatan rapi memakai baju batik, ternyata orang tua bu Frida mau pergi ke undangan.

Tidak lama kemudian datang cowok lebih tua dari ku, pikiran ku ini pacarnya ibu Frida, aku sangat kecewa dan emosi melihat cowok itu, eh ternyata pacarnya adik bu Frida, bu Frida menyuruh ku untuk duduk di ruang tengah,

Cowoknya adik bu Frida bersama adiknya bu Frida sambil cerita dan tertawa ribut menurutku, tidak lama kemudian mereka pamit untuk keluar mencari makan. Setengah jam kemudian hujan lebat mengguyur bumi, aku pun berlari keluar untuk meneduhkan motor ku dan bu Frida pun sibuk dengan pakaian yang lupa dia angkat.

Aku basah semua dan bu Frida pun ikut kebasahan, lalu dia memberi handuk kepada ku dan aku mengeringkan pakaian di kamar mandi, bu Frida datang menghampiriku dengan lilitan handuk putih, q sudah dek dekkan karena nafsu yang ada di kepala.

Ternyata dia memberi ku celana pendek untuk ku pakai, aku pun langsung memakainya, Dan pakaian ku yang basah di suruh di jemur depan kipas angin didapur termasuk CD ku, aku kaget melihat ibu Frida menyeret kakinya dan ternyata ibu tin jatuh, langsung ku rangkul dia ke kamarnya, ku dudukkan di atas tempat tidur,

“bu saya urut dikit kakinya bu, karena saya udah biasa mijitin ayah bu” tidak usah,

ntar lagi juga sehat, jawab bu tin. aku pun memaksa memijitnya, bu tin pun tidak bisa menolak tawaran dari ku, ku usap2 kakinya, begitu licin betisnya, karena dia reflek kesakitan dia mengangkat kaki ke atas kira kira sejengkal, dan aku pun melihat isi dalam yang di hiasi warna biru muda.

Belutku pun langsung tegak, karena aku tidak pake kolor dan kolor ku pun sedang di jemur, jadi kelihatan benjolan di celana, bu tin tersenyum melihat kontol ku berdiri, ”dasar otak mesum” jawab bu Frida kepadaku,

“udah kamu tunggu diluar, barang kali baju mu sudah kering” begitu dia mebalikkan badan aku pun langsung memeluk bu tin, bu tin membrontak dan menampar pipiku sangat keras, dan aku langsung menangkap tangannya dan menindih bu tin.

Karna kakinya sedang sakit dia tidak terlalu banyak melawan, entah apa yang ada di pikiran ku sehingga aku berani berbuat seperti ini, saat itu aku tidak ada pikiran untuk tidak berhenti dan meminta maaf, malah langsung ku cium seluruh mukanya dan kulepas handuk dari tubuhnya. Aku melihat sepasang buah dada yang tidak begitu besar dan tidak pula kecil, ku gesekkan burungku selah kelengkangnya, dia terus memberontak.

Percuma dia berteriak, suara hujan lebih keras dari suaranya,dengan sekuat tenaga aku memegang tangannya, kulepas tangan kanan ku cepat cepat dan langsung ku buka celana ku dan sudah siap untuk memasukkannya, tetapi masih ada satu masalahku, celana dalamnya belum ke buka, dengan tenaga ntah dari mana ku koyakkan Cdnya dan akhirnya dia tidak di singgahi sehelai benang pun.

Hanya kulitku yang menyentuh kulitnya, dia sudah terlalu lemah untuk memberontak dan tenaga ku masih penuh. Akhirnya dengan mudah aku memainkan kontolku ke vaginanya, sudah beberapa kali ku coba memasukkan ke vaginanya tidak berhasil,

Aku tekan kepala kontolku diatas bibir vaginanya dan ku dorong sekuat tenaga dia berteriak dan langsung memelukku dengan erat. Ku dorong sampai pul dan kutarik lagi, dia menangis dan merintih, dan aku pun asik menggoyang dan akhirnya aku keluar.

Tidak sampai sepuluh kali ku tusuk, kira kira sebanyak enam atau tujuh kali aku sudah keluar, ku keluarkan spermaku di dalam vaginanya, sekitar setengah menit kucabut kontolku, tidak ada darah yang keluar dan perjakaku tamat.

Aku pun duduk sambil menyesal, apa yang aku perbuat??? Dalam benakku aku berbicara, aku tidak melihat ke belakang, aku tidak tahu reaksinya bagaimana, aku penasaran dan ku lihat dia masih bugil sambil menangis.

Melihatnya bugil ternyata nafsu ku naik lagi, dan ku cium bibirnya dia tidak melawan, kontolku pun naik lagi, ku masukkan pelan pelan dengan perasaan sambil kujilati susunya, dia pun merintih keenakkan, ku tekan kontolku dan kutarik dan kutekan lagi, lendir dari vaginanya begitu banyak,

Becek seluruh selangkangannya, aku pun dengan nafsu dan prasaan membelai tubuhnya, dia pun memelukku erat erat,sekitar dua puluh menit kami bersenggama aku pun serasa mau nembak, dan kutembak di dalam lagi, srooott . . . .  srooooootttt . . . . . owh nikmatnya. Aku pun bergegas mencari pakaian yang kujemur tadi langsung ku pakai basah basah, hujan pun tidak reda. Ku hidupkan mesin motorku dan ku gas kencang kencang.

Aku tak habis pikir kenapa aku berani senekad itu, guru yang sudah baik ingin membantu mengajari ku tanpa bayaran sedikit pun. Sesampai di rumah aku langsung mengemasi bajuku dan kabur keluar kampung, aku mampir ke tempat sahabat ku si Tony dan menceritakan kejadiannya, dia tertawa, dan memberiku uang sebanyak tujuh ratus ribu rupiah, dan aku lari ke jambi.

Di jambi aku bertemu dengan teman sekolahku sewaktu SMP, dan aku menghubunginya melalui FACEBOOK. Si Tony memang sahabat ku, dia selalu membantu saat aku dalam kesulitan. Aku tidak tau apa berita dari kampungku, sekarang aku sudah jauh dari pekanbaru.
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa