Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Siswi SMP di Gilir 3 Temannya. Cerita sex ini terjadi saat keisengan anak anak nakal SMP dimana waktu itu aku kelas 2 SMP, kisah ini terjadi pada diriku yang mana membuat diriku ketagihan dan sangat mengasykkan tapi mohon aku berpesan jangan ditiru ya..

Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya

Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya
Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya

Memang aku termasuk anak nakal disekolahku tak heran karena disekolahku itu banyak menampung orang orang nakal tapi aku lebih nakal dari pada yang lain, suatu ketika ada teman kelasku yang bernama Kaila dia cantik dan terkenal juga akan kebandelannya dia seirng berkumpul dengan teman cowok ketimbang teman ceweknya.

Bahkan banyak yang bilang Kaila itu termasuk cewek Binal kerena terlihat dari cara pakaiannya berbeda pada umumnya yang mana Kaila suka memakai rok yang pendek dan seragam yang ketat sehingga buah dadanya terlihat menonjol.

Kaila seorang gadis yang mempunyai ciri-ciri tinggi yang pada waktu itu sekitar 160 cm, berat badan 45 kg dengan kulit putih serta bentuk wajah yang oval. Kaila memiliki rambut sebahu, hitam tebal, pokoknya oke punya tuh doi.

Setelah bel kelas berbunyi yang tandanya masuk belajar, semua murid-murid masuk ke kelas. Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek itu masih mengobrol di luar kelas yang tempatnya tidak jauh dari WC, dan sepertinya terjadi kesepatan diantara mereka.

Setelah pelajaran kedua selesai, teman-teman cowok yang bertiga itu meminta ijin keluar untuk ke WC kepada guruku yang mengajar di pelajaran ketiga, sehingga membuatku curiga.

Di dalam hatiku aku bertanya, “Apa yang akan mereka perbuat..?”

Tidak lama setelah teman-teman cowok meminta ijin ke WC tadi, malah Kaila pun meminta ijin kepada guru yang kebetulan guru pelajaran Bahasa Indonesia yang lumayan boring.

Rasa penasaranku makin bertambah dan teman-temanku juga ada yang bertanya-tanya mengenai apa yang akan mereka perbuat di WC. Karena aku tidak dapat menahan rasa penasaranku, akhirnya aku pun meminta ijin untuk ke WC dengan alasan yang pasti.

Sebelum sampai di WC kulihat teman-teman cowok kelasku yang bertiga itu kelihatannya sedang menunggu seseorang. Tidak lama kemudian terlihat Kaila menuju tempat teman-teman cowok tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan.

Rasa penasaranku mulai bertambah, sehingga aku mendekati kamar WC yang mereka masuki. Terdengar suara keributan seperti perebutan makanan di ruangan tersebut.

Akhirnya aku masuk ke kamar WC, secara perlahan-lahan kubuka pintu kamar WC yang bersampingan dengan kamar WC yang mereka masuki, sehingga percakapan dan perbuatan mereka dapat terdengar dengan jelas olehku.

“Hai Tun, Sep, siapa yang akan duluan..?” tanya Iwan kepada mereka.

Dijawab dengan serentak dari mulut Kaila seorang cewek, dia menjawab dengan nada menantang,

“Ayo.., siapa saja yang akan duluan. Aku sanggup kok kalaupun kalian langsung bertiga..!”

Aku bertanya-tanya, apa sih yang mereka perundingkan, sampai-sampai saling menunjuk dan menantang seperti itu. Tapi aku tetap terdiam membisu sambil memperhatikan kembali, apa yang akan terjadi.

Setelah itu, tidak lama kemudian Septa menjawab dengan nada ringan, “Yah udah, kalau begitu Kita bertiga bareng-bareng ajah. Biar rame..!” katanya.

Langsung disambut ucapan Septa tersebut oleh Kaila, “Ayo cepetan..! Nanti keburu pulang sekolah.”
Dan akhirnya Utun pun berucap, “Ayo Kita mulai..!”

Setelah itu tidak terdengar suara percakapan mereka lagi, tetapi terdengar suara reslueting yang sepertinya dibuka dan juga suara orang membuka baju.

Tidak lama kemudian terdengar suara riang mereka bertiga dengan ucapan menanyakan pada Kaila, “Hey Ka.., Siapa sih yang paling besar alat kelamin Kami bertiga ini..?”

Kaila pun menjawab dengan nada malu-malu, “Kayanya sih Utun yang paling gede, hitam lagi.” dengan sedikit nada menyindir dan langsung dijawab oleh Utun, “Hey Ka..! Cepetan buka tuh baju Kamu, biar cepet asik si Joni, Kita nih enggak kuat lagi..!”

Setelah terdengar Kaila membuka bajunya, tidak lama kemudian terdengar suara teman-teman cowok bertiga, Utun, Septa, Iwan dengan nada ganas, “Wauw.., benar-benar body Kamu Ka, kaya putri turun dari langit..!”

Tidak lama kemudian Septa bertanya pada Kaila, “Ka.., kalau Aku boleh tidak meraba buah dadamu ini yang bagaikan mangkuk mie ini Ka..?”

Kaila pun menjawab dengan nada enteng, “Yah sok aja, yang penting jangan dirusak ajah..!”

Utun pun sepertinya tidak mau kalah dengan Septa, dia pun bertanya, “Ka.., Aku bolehkan
memasukkan alat kelaminku ke lubang gua rawamu ini kan Ka..?” sambil meraba-raba alat kelamin Kaila.

Kaila pun menjawab dengan nada mendesak, karena alat kelaminnya sepertinya sedang diraba-raba oleh Utun, “Aahh.. uhh.. boleh Tun.. asal jangan sangar yah tun..!”

Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”

Kaila menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Uuuhh.. iya-iya, boleh deh semuanya..!”

Suara-suara tersebut terdengar olehku di samping kamar WC yang mereka isi, yang kebanyakan suara-suara tersebut membuat saya risih mendengarnya, seperti, “Aaahh.. eehh.. aawww.. eh-eh.. oww-oowww.. sedap..!”

Dan tidak lama kemudian terdengar suara Kaila, “Kalian jangan terlalu nafsu dong..!” kata Kaila kepada teman-teman cowok tersebut, “Karena Aku kan sendirian.., sedangkan Kalian bertiga enggak sebanding dong..!”

Tetapi mereka bertiga tidak menjawab ucapan Kaila tersebut, dan akhirnya terdengar suara jeritan kesakitan yang lumayan keras dari Kaila, “Aaawww.., sakit..!”

Kaila kemudian melanjutkan dengan ucapan, “Aduh Tun.., Kamu udah mendapatkan keperawanan Saya..!”

Dijawab dengan cepat oleh Utun, “Gimana Ka..? Hebatkan Saya.”

Setelah itu Utun pun mendesah seperti kesakitan, “Adu.. aduh.., kayanya alat kelaminku lecet deh dan akan mengeluarkan cairan penyubur.” kata-katanya ditujukan kepada teman-temannya.

Tidak lama kemudian Iwan bertanya kepada Kaila, “Ka aku bosan cuma menyiumi Kamu aja Ka.., Aku kan kepingin juga kaya Utun..!”

Cerita Sex Siswi SMP di Gilir 3 Temannya

Iwan pun langsung bertukar posisi, yang anehnya posisi Iwan tidak sama seperti yang dilakukan Utun, yaitu memasukkan alat kelaminnya ke lubang pembuangan (anus) dari belakang, sehingga Kaila tidak lama kemudian menjerit kedua kalinya.

“Aaawww.. Iiihh.. perih tahu Wan..! Kamu sih salah jalur..!” rintih Kaila menahan sakit.
Tetapi sepertinya Iwan tidak menghiraukan ucapan Kaila, dan terus saja Iwan berusaha ingin seperti Utun, sampai alat kelaminnya mencapai klimaks dan mengeluarkan cairan penyejuk hati.

Hanya berlangsung sebentar, Iwan pun menjerit kesakitan dan alat kelaminnya pun dikeluarkan dari lubang pembuangan dengan mengatakan, “Aaahh.., uuhh.., uuhh.., enaak Ka, makasih. Kamu hebat..!”

Septa yang setia hanya meraba-raba payudara Kaila dan sekali-kali menggigit payudara Kaila. Tetapi ternyata akhirnya Septa bosan dan ingin seperti kedua temannya yang mengeluarkan cairan penyubur tersebut sambil berkata, “Ka.., Aku juga mau kaya mereka dong, ayo Ka..! Kita mainkan..”

Kaila menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep..! Kayanya Aku udah capek Sep, sorry yah Sep..!”
Akhirnya Septa kesal pada Kaila dan langsung saja Septa menarik tangan Kaila kepada alat kelaminnya dengan menyodorkan alat kelaminnya.

“Ka.., pokoknya Aku enggak mo tahu.., Aku pinggin kaya mereka berdua..!”
Kaila menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep.., gimana yah, Aku benar benar lemas Sep..!”
Aku tetap terdiam di kamar WC tersebut.

Ada sekitar 45 menit berlanjut, dan aku pun berpikir apakah mungkin mereka berbuat oral seks karena masih duduk di SMP. Hal ini mendorong rasa penasaran tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya aku dapat melihat mereka dari atas, karena kamar WC di sekolahku pada waktu itu tembok pembaginya tidak tertutup sampai dengan atas langit, sehingga aku dapat melihat mereka berempat. Karena kesal akibat Septa tidak dipenuhi permintaannya, akhirnya Septa menarik kepala Kaila ke depan alat kelaminnya yang sudah menegang tersebut.

Septa berkata dengan nada mengancam kepada Kaila, “Ayo Ka..! Kalo gitu kelomohi alat kelaminku hingga Aku merasakan enaknya seperti mereka..!”

Setelah berusaha memanjat untuk melihat adgean secara langsung, aku dapat melihat dengan jelas. Kaila seorang cewek langsung saja mengerjakan apa yang disuruh oleh Septa, sedangkan temannya yang berdua lagi, Utun dan Iwan duduk di lantai, tergeletak menahan rasa enak bercampur sakit yang mereka rasakan tersebut.

Tidak berlangsung lama, Septa berkata kepada Kaila, “Ka.., Ka.., Ka.., ahh.. aah.. awas Ka..! Aku akan mengirimkan cairan penyuburku yang hebat ini..!”

Kulihat Kaila langsung menyopotkan alat kelamin Septa dari mulutnya, dan terlihat raut wajah Kaila yang sayu dan sendu bercampur gembira karena dapat uang dan sedih karena keperawanannya sudah hilang oleh mereka bertiga.

Dasar Septa sedang kesal, Septa menyemprotkan cairan penyuburnya kepada Kaila dan kedua temannya dengan mendesis kesakitan terlebih dahulu.

“Aaahh.., uuhh.., Awas cairan penyuburku ini diterima yah..!” kata Septa sambil tangannya tetap mengocokkan penisnya.

Kulihat Septa menyempotkan cairan penyubur itu dari alat kelaminnya secara kasar.

Setelah ada 15 menit sehabis Septa mengeluarkan cairan penyuburnya, kulihat mereka langsung berpakaian kembali setelah mereka menyopotkan baju-baju mereka sampai tidak tersisa sehelai kain pun.

Sebelum mereka keluar, aku langsung cepat keluar dari kamar mandi tersebut secara perlahan-lahan agar tidak terdengar oleh mereka. Kemudian aku menuju ke kelas yang telah memulai pelajarannya dari tadi. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke kelas seorang-seorang agar tidak ketahuan oleh guru kami.

Hari itu tidak terasa lama sampai bel keluar sekolah berbunyi. Kulihat mereka bertiga teman cowokku, Septa, Iwan, Utun sedikit lelah, seperti kehabisan nafas dan anehnya mereka berjalan seperti kehabisan tenaga.

Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya kepada mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget. Habis ngebuat su.., sumur yah..?”

Langsung dijawab dengan enteng oleh perwakilan mereka bertiga, yaitu Septa, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur tersebut dengan rame-rame..!”

“Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum karena tahu apa yang mereka perbuat tadi.

Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Kaila berjalan sendirian dengan memegang tas kantongnya yang sehari-hari tasnya selalu di atas pundaknya. Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.

Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Kaila.. Ka.. tunggu..!”

Kaila menjawab dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”

Karena aku juga ingin iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. Habis tertembak peluru nyasar yang menghajarmu, ya Ka..?”

Kaila pun menjawab dengan nada kesal, mungkin bahkan tersindir, “Yah.. Bie.., bukan peluru nyasar, tapi burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”

Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf kepada Kaila.

“Ka.., maaf. Kok gitu aja dianggap serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya sambil tersenyum bersahabat.

Karena aku penasaran, aku langsung menyerempet-menyerempet agar terpepet.

“Ka.., boleh enggak Ka, Aku coba masuk ke goa Hiro tersebut..? Kayanya sih asik.. bisa terbang kaya burung..!” pintaku sambil tertawa pelan.

Karena Kaila sudah kesal dan lelah, Kaila menjawab, “Apa sih Kamu Bie..? Kamu mau goa Saya, nanti dong antri.., masih banyak burung yang mau masuk ke goaku, tahu..!”
Dan akhirnya aku tertawa dengan rasa senang.Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa