Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria – Sungguh capek sekali hari ini perkuliahanku selesai jam 8 malam, tempat parkiran pu sudah gelap dengan rasa aagak merinding aku berlari menuju parkiran yang berada di belakang gedung, ketika sampai di dalam mobil, HPku berbunyi tak taunya Tiyo yang menelpon.

Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria

Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria
Cerita Sex Sahabatku Bermain 2 Pria 

“Hai Cin lagi apa kamu” Tanya Tiyo

“Ini aku lagi mau pulang dari kampus habis selesai sambil menyetir mobilku”

“Ah kamu ni habis ini kemana” Ikut kesini ja habis ini kita mau pesta ini kan hari sabtu masak mau dirumah saja kamu”Tiyo pun masih nyerocos.

“Ih masak?? Kalau begitu aku ikut dong, aku langsung menuju kesana saja ya “Kataku.

“Oke deh hati hati dijalan cyn” Kata Tiyo.

Sejak hidup di LA, aku selalu suka dengan kehidupan malam. Pesta, diskotik ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengendarai mobilku ke tempat Tiyo.

Tiyo adalah anak orang kaya. Apartemenya yang terletak di daerah BH itu sangat mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku di depan Liquor Store. Ketika aku turun dari mobil, banyak cowok bule yang melihat dan bersiul kepadaku.

Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34 c itu pun tampil kian menggoda. Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. Ketika aku sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi. Ketika kulihat nama Tiyo, aku segera menjawab.

Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol corona. Setelah membayar, aku pun segera mengemudikan mobilku ke tempat Tiyo.

Dengan kemacetan LA aku pun tiba di tempat Tiyo setelah setengah jam di mobil. Tiyo pun menyambut ku dengan gembira. Ketika aku masuk, ternyata tidak ada seorang pun di situ selain aku dan Tiyo.

“Kok ga ada anak anak? Katanya mo pesta?” tanyaku keheranan.

“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum.

“Siapa aja sih?” kejarku.

“Cowok-cowok lah, 7 orang deh kayaknya.” katanya sambil berjalan ke dapur.

“Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.

Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa? Kamu ga suka? Kan kamu biasanya suka main keroyokan. Apalagi kalo ceweknya cuman kamu sendiri.”

“Kamu gila ya? kamu bikin pesta buat cuman ngentotin gue rame rame?” tanyaku dengan kaget.

“Bukannya kamu suka kayak gituan, apalagi barang mereka gede gede lagi. Tenang aja, dijamin puas” imbuhnya sambil ketawa nyengir.

Aku cuma diam saja. Tiyo memang sering nge-seks denganku, tapi kita tidak pacaran. Aku juga pernah nge-seks dengan Tiyo dan dua temannya. Tapi kali ini TUJUH orang. Aku takut tapi aku juga terangsang.

Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Tiyo tau itu. Tiyo tau semua tentang aku. Tapi aku cuma tau sedikit tentang Tiyo. Dia sangat suka melihat cewek di entot rame rame.

“Kenapa? kok bengong?” tanya Tiyo sambil mengusap usap tangannya ke pantat kiriku.
“Ga kenapa kenapa kok” jawabku singkat.

Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Tiyo. Tangan Tiyo yang tadi cuman memegang pantat kiriku, kini meremas remas pantatku dengan kerasnya.

“Udah lah Tiyo, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis tangannya.

“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gue ga liat kamu telanjang” katanya santai.

“Ya udah kalo kamu mau, tapi siapin dulu donk makanannya. Habis itu kalo ada waktu gue mau mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.

“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dibuka doank” katanya sambil memasang muka mesum.

“Iiih, benci gue ama kamu” kataku sambil mencuekin muka mesum dia.

“Ya udah gue bikinin salad deh. Mau ga?”

“Bikin lah kalo kamu mau” katanya singkat.

Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Tiyo menjelajahi pantatku. Aku yang sudah biasa dengan itu cuma mendesah desah kecil. Aku merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku.

Dia hanya bersiul ketika melihat pantatku yang penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa melihat semuanya. “Auw” jeritku ketika Tiyo memukul pantatku sambil ketawa. Aku pun meneruskan mengaduk salad ketika dia menurunkan g-stringku sampai ke lantai.

Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira Tiyo akan segera memasukan penisnya ke dalama memekku, tetapi dia hanya menurunkan rok ku dan merapikannya.

Aku terheran heran ketika dia melakukan itu tapi aku tidak mengatakannya. Kini tangan Tiyo mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi leherku. Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dengan agak keras.

Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Tiyo. Tiyo pun mulai melepas baju ketatku. Tiyo hanya diam ketika dia melihat tubuhku yang setengah telanjang. Aku yang sudah sangat terangsang mulai memijit mijit penis Tiyo dari luar celananya.

Tiyo pun melenguh keenakan ketika aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan. Tiyo tidak diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya. Aku yang hanya memakai rok mencoba membuka baju Tiyo. Tapi Tiyo cuman menepis tanganku.

Tiyo pun ketawa ketika melihatku kebingungan. Tiyo pun mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yang berserakan di lantai. Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat terangsang.

Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas dengan baju itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Tiyo pun kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan.

“Boleh juga toket kamu, lebih keliatan gede lho” katanya sambil meremas remas toketku.

“Mau kamu apa sih Tiyo? Mau ngentot ga sih kamu?” tanyaku sudah tidak sabar.

“Oh, kamu mau ngentot?” tanya nya dengan muka sok innocent.

Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku menjawab telpon apartement Tiyo berbunyi. Aku tau kalo teman temannya sudah ada di luar. Mereka cuma minta dibukain pintu saja.

“Nih kalo kamu mau ngentot, mending kamu sekarang emut kontol gue sampe gue keluar” tantangnya

“Ada tamu Tiyo” kataku sambil kebingungan.

Tiyo pun segera memencet tombol untuk membuka pintu apartemen. Apartemen Tiyo ada di lantai 8.

“Masih ada waktu kok”, kata Tiyo sambil meringis, “ayo mau ga?”

“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu.

“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalo kamu suka nge seks, apalagi gue udah kasih tau mereka kalo kamu suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar juga kamu pasti ngemut kontol mereka juga”.

Aku pun hanya diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya.

Tiyo hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku ketika aku memasukkan penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat. Ketika aku memberi dia deep throat, Tiyo pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan.

Aku memang suka menelan air mani cowok. Tiyo hanya tersenyum ketika aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil.

Tiyo pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku dengan tissue. Tak lama, Pintu apartemen Tiyo pun terbuka dan masuklah tujuh orang yang tidak aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yang lebih dari biasa.

“Halo Tiyo, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Tiyo yang akhirnya kuketahui namanya Bekti.
“Oh dia Cynthia, temen gue” Kata Tiyo santai “Kenalan sana”

Singkat kata, aku pun berkenalan dengan mereka semua. Aku tidak bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Tiyo pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan.

Ketika aku sedang mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yang memegang pantat ku. Aku kira itu tangan milik si Tiyo, jadi aku hanya diam dan meneruskan kerjaanku.

“Hmm, boleh juga pantat kamu”

Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Tiyo aku pun kaget dan segera menepis tangan itu.

“Pinter juga si Tiyo kalo cari cewek” ternyata itu si Bekti.

“Udah ga usah sok jual mahal, Tiyo udah ngomong kalo kamu itu suka seks” imbuhnya.

Aku sangat sakit kaget ketika dia ngomong secara terus terang. Aku hanya diam saja sambil menunduk malu.

“Kamu tau kenapa kamu di sini?” tanyanya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepala saja.

“Kamu itu di sini buat muasin kita kita. Mending kamu sekarang ikutin aja apa yang aku bilang ato kamu bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya mengancam.

Aku yang tidak punya pilihan lain hanya mengangguk menurut.

“Hehehehe.. bagus. Sekarang kamu temenin mereka ngobrol trus gue bakalan siapin minumannya.” suruhnya.

Aku pun hanya mengangguk dan mengambil salad yang tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya.

Aku baru tau kalo mereka itu bermain poker, tapi yang menang bisa menyuruh salah satu dari yang kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat.

Aku pun tersadar, jadi ini maksud Tiyo mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Tiyo yang tersenyum kemengangan. Tak lama, Bekti pun datang membawa minuman.

Dia memberiku sebotol corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde pertama di mulai, mereka pun segera dengan cepatnya mengatur kartu mereka.

Aku yang tidak tau apa apa, cuma melihat kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku.

Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalo aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar itu.

Aku yang setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku dengan tanganku. Tak lama kemudian, mereka memulai ronde yang kedua. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka.

Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dengan melayangnya rok ku. Memekku yang tak berambut itu sudah tidak tertutupi apa apa.

Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Bekti telah mencampurkan obat perangsang ke dalam bir ku. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.

“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Tiyo dengan santainya.

Aku cuma diam saja dan menunduk.

“Kalo mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Cyn” imbuhnya.

Aku sangat malu, tapi aku juga terangsang dengan hebatnya. Aku yang masih menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka cuma tertawa melihatku seperti itu.

Aku pun berkata ke Tiyo “Tiyo, please masukin kontol kamu”.

Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya.

Tiyo pun menjawab “Kalo kamu mau dientot, kamu ngomong ama mereka semua, jangan cuma gue doank. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek.

“Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.

Mereka hanya ketawa dan memanggilku “maniak seks”, “cewek gila kontol” dan lain lain nya.
Aku pun segera memasukan kontol yang kupegang itu ke mulutku. Kumulai dengan mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah tegang.

Empunya kontol itu pun segera mengeluh tertahan dan memegang kepalaku dan memaksaku memasukan kontolnya yang panjang itu ke mulutku.

Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku. “Ooh”, lenguhku tertahan. Seseorang yang mengentotku dari belakang itu segera memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku.

Salah seorang dari mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dalam anusku. Aku pun hanya melenguh keenakan.

Ketika aku masih keenakan merasakan jari di anusku, kontol yang ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku pun mulai menjilati kontol itu dengan maksud membersihkannya. Cowok yang kujilati kontolnya itu hanya tersenyum dan meremas toketku.

Dengan tiba tiba, cowok yang memompaku dari belakang menarik kontolnya. Aku yang masih belum keluar menoleh dengan protes tapi kulihat kalo itu ternyata si Bekti yang memompaku dan Bekti hanya berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum.

Dia pun menyuruhku untuk menungging dengan tangan di meja makan. Aku pun menurut saja. Ketika aku sudah dalam posisi menungging, Bekti pun dengan kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku pun menjerit menahan sakit yang luar biasa itu.

Setelah dua menit kesakitan, aku pun mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku pun segera mengikuti irama Bekti, dan Bekti pun segera mengangkat kedua pahaku dengan kontol yang masih di anusku. Aku pun tidak punya pilihan lain selain bersandar kebelakang supaya tidak jatuh.

Bekti dengan pelannya menaik turunkan tubuhku sambil memutar badannya. Maka memekku pun terpampang dengan jelas ke cowok cowok yang laen. Aku sangat kaget ketika aku melihat si Tiyo merekam kejadian itu dan temannya memfotoku.

Tapi, kenikmatan yang aku dapatkan dari Bekti menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku segera menggerang gerang keenakan sambil memilin milin puting kananku. Aku merasa ada cairan vaginaku yang menetes keluar.

Kemudian, aku merasa si Bekti mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yang takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat dengan bebas. Aku pun juga melihat lampu lampu flash kamera yang mengabadikan kejadian itu.

Bekti pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang sudah disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh dengan telungkup dengan kontol yang masih di anusku. Dengan cepatnya, si Bekti mencabut kontol itu dan segera mengeluarkan spermanya di dalam gelas wine yang bening. Aku yang kelelahan cuma melihat itu dengan penuh tanda tanya.

Belum sempat aku mengatur nafas, Bekti menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih. Aku menjilati kontol itu dengan perasaan yang jijik. Kemudian salah satu dari mereka segera mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke memekku.

Aku pun cuma melenguh tertahan. Cowok itu segera memaju mundurkan kontolnya dengan aku keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil karena kontol itu sangat besar diameternya. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku.

Aku merasa seperti sandwich karena diapit kedua cowok besar itu. Tak lama kemudian aku pun orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera mencabut kontolnya dan mengeluar kan air mani merek di dalam gelas wine.

Aku masih bingung dengan itu, tapi ketiga orang yang belom mengentotku segera mengeroyokku. Ada yang memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot toketku. Aku sudah seperti di dalam sorga dunia.

Aku tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam itu. Mereka mengentotku dengan nonstop. Selalu ada kontol yang mengisi vaginaku. Ketika mereka semua sudah selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa dengan kepala di bawah.

Aku sudah tidak tahu apa yang terjadi tapi dengan samar samar aku lihat Bekti memasukan leher botol bir yang masih penuh isinya ke vaginaku. Aku pun segera terasadar dengan adanya benda dingin di vaginaku, tapi aku sudah terlalu capek untuk berontak.

Aku hanya bisa melihat Bekti menaik turunkan botol itu di vaginaku. Kemudian, aku merasakan bir yang meleleh turun dari vaginaku ke toketku.

Kemudian, Bekti segera menarik botol bir itu dan menyuruhku membuka bibir memekku dengan tanganku. Akupun hanya menurut saja.

Kemudian, aku melihati Bekti memasukan sedotan ke dalam memekku yang penuh dengan bir dan dengan segera aku merasakan bir itu disedot oleh Bekti dan ditelannya. Mereka semua tertawa ketika melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang sudah terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.

Keesokan paginya, aku pun terbangun dengan sebuah mentimun di memekku. Aku kebingungan dan aku lihat cowok cowok itu sudah tertidur dengan lelapnya di sebelahku dan di sofa. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku.

Ketika aku bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dengan sedikit tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos putihku dan rok ku yang langsung kukenakan.

Akupun berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan diri. Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak acakan, pintu kamar mandi terbuka dengan tiba tiba dan aku lihat Bekti menyeruak masuk. Aku cuma melihat apa yang bakalan dia lakuin.

Tak kuduga, dia dengan tanpa malu mulai kencing dengan enaknnya. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan jijik. Setelah aku selesai menyisir rambutku, aku segera keluar secepat mungkin dari kamar mandi itu sebelum si Bekti menyuruhku berbuat yang macam macam.

Aku pun segera mencari dompet dan kunci mobilku ketika Tiyo memegang tanganku dan menyuruhku minum pregnancy pil. Tiyo menyuguhkan pil itu dan segelas air putih yang langsung kuminum.

“Hebat juga lo Cyn semalem” pujinya

“Sakit semua nih Tiyo” jawabku sambil meringis “Gue pulang dulu ya capek nih”

“Ya udah tapi minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yang penuh dengan sperma

“gue tau kamu pasti suka”

“Aduh Tiyo gue laper banget, dari kemaren malem gue blom makan” jawabku mengiba.

“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.

“Iih maksa banget sih” gerutuku.

Tiyo pun segera mengambil video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku menikmati minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil menegak habis sperma itu.

Tiyo pun tersenyum dan berkata “Mulai hari ini kalo kamu ke mana mana usahain jangan pake beha ato celana dalem, ok? jadi ntar kalo gue kepengen ngentot, cuma tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.  “Gila kamu” umpatku sambil ngeloyor pergi.
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa