Cerita Dewasa Ngentot Bareng Adik Ipar | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Dewasa Ngentot Bareng Adik Ipar

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Dewasa Hot | Cerita Ngentot | Cerita ABG | Cerita Syur Panas | Cerita Seks Dewasa – Ngentotin Adik Ipar Cantik. Aku masih ingat betul kejadiuan 3 bulan yang kemarin saat aku disuruh bulek ku untuk mengantar anaknya ke sebuah perusahann untuk mengikuti test di Surabaya, namanya Linda pagi pagi aku sudah siap untuk mengantar adik iparku ini. Dengan senang hati aku mau menagantarkannya.

Cerita Dewasa Ngentot Bareng Adik Ipar
Cerita Dewasa Ngentot Bareng Adik Ipar

Sesampainya di tempat Linda langsung masuk keruangan test, aku dengan setia menunggu di lobi perusahan tersebut, hamper dua jam aku menunggu sampai selesai, setelah pukul sudah menunjukan pukul 12 siang Linda mulai keluar dari ruangan tersebut, aku Tanya bisa menyelesaika Linda , dia jawab Bisa mas.

“Kalau begitu mari kita pulang” pintaku. “E… sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Linda.” Kemudian Linda menggangguk. Setelah beberapa saat Linda merasa badannya agak lemas, dia bilang, “Mas mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam.” Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang, “Biasanya dikerokin Mas…” “Wah… gimana yach…” kataku. “Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu…” Linda hanya mengangguk saja.

Lantas aku dan Linda mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Linda masuk ke kamar 11 di ruang atas. “Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Linda”, tanyaku.

Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Linda sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. “Sini dong, Mas kerokin…” Dan astaga si Linda buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Linda tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja… Linda bilang, “Entar Mas… BH-ku aku lepas sekalian yach… entar mengganggu Mas ngerokin aku.” Dan aku terbelalak… betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan.

Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, “Sudah Linda… sudah selesai.” Tanpa kusadari Linda membalikkan badannya dengan telentang. “Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian.” Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Aku berkali-kali berkata, “Maaf dik yach… aku nggak sengaja kok…” “Nggak apa-apa Mas… teruskan saja.”

Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Linda hanya diam dan memejamkan matanya… lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya.

Linda mendesis, “Mas… Mas… ahh…, ah ah ahh…” Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, “Jangan Mas… jangan Mas…” Tapi aku nggak peduli… terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali.

Lantas tanpa diperintah oleh Linda aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, “Yach Mas…” Kini Linda sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah… putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA.

Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, “Mas… ahh… uaa… uaa… Mas…”

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Linda sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Linda memegang penisku dan mengocok penisku.

Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, “Nggak Mas jijik… tuh, nggak ah… Linda nggak mau.” Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. “Jilatin saja coba…” pintaku. Lantas Linda menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah “Huk.. huk… aku mau muntah Mas, habis penisnya besar dan panjang… nggak muat tuh mulutku.” katanya. “Isep lagi saja Linda…” Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Linda.

Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Linda. “Lindai… Mas masukkan yah.. penis Mas ke vaginamu”, kataku. Linda bilang, “Jangan Mas… aku kan masih perawan.” katanya.

Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, “Mas… Mas… jangan…” Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep… Linda menjerit, “Ahk… Mas… jangan…”

Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep… bles… Linda menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya, “Mas… Mas… sakit tuh… Mas… jangan…” Lalu Linda menangis, “Mas… jangan dong…” Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk penisku itu.

Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. “Ah… Mas… ah.. Mas…” Rupanya Linda sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan. “Mas…” Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. “Mas.. Mas…” Dan aku merasakan vagina Linda mengeluarkan cairan.

Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. “Terus Mas… terus Mas… lebih cepat lagi…” pinta Linda. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Linda mengisapnya.

Linda mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. “Hem… hem… nikmat… Mas…” Aku bilang, “Terus Linda… aku mau keluar nich…” Linda mempercepat kulumnya dan… cret… cret… maniku muncrat ke mulut Linda.

Linda segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. “Ah… ah… Lindai… maafkan Mas… yach… aku khilaf Linda… maaf… yach!” “Nggak apa-apa Mas… semuanya sudah telanjur kok Mas…” Lantas Linda bersandar di pangkuanku.

Kuciumi lagi Linda dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Linda pulang dan setelah itu aku pun masih menanam cinta diam-diam dengan Linda kalau istriku pas tidak ada di rumah. Linda sayangku, terima kasih.
Cerita 17+ / Cerita 18+ / Cerita ABG / Cerita Dewasa / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa