Cerita Dewasa Miya Seksi Pemuas Birahi | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Dewasa Miya Seksi Pemuas Birahi

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update :Cerita Sex | Cerita Dewasa Hot | Cerita Ngentot | Cerita ABG | Cerita Syur Panas | Cerita Seks Dewasa – Miya Seksi Pemuas Birahi. Cerita panas yang aku alamai yaitu selingkuhku dengan teman istriku, kisah nyata yang baru kualami bebrapa bulan kemarin tepatnya di bulan Juli 2015, langsung saja kecerita istriku punya teman bernama Miya dia adalah janda yang mukanya masih kayak ABG, dia cantik kulitnya putih bersih terawatt, apalagi susunya yang pastinya aku ingin remas.

Cerita Dewasa Miya Seksi Pemuas Birahi
Cerita Dewasa Miya Seksi Pemuas Birahi

Dulu Miya sering tinggal dan tidur dirumahku, kayak aku anggap adik sendiri kami pun sering tidur beriga dengan istriku dan Miya, untunglah istriku tidak menaruh curiga terhadapku dengan Miya, terlalu percanya istriku ayng biasanya kalau pagi pergi kepasar aku dan Miya masih tertidur satu ranjang, seing kali aku dapati Miya yang sedang tidur sungguh seksi dan menggoda birahiku.

Terus terang, dari kecantikan dan penampilan Miya yang seksi, ditambah lagi karena aku sering melihat Miya yang tertidur diatas kasurku hanya menggunakan celana pendek dan kaos t-shirt tipis yang tersingkap, bahkan aku sering mendapat kesempatan melihat sealakangan nya yang terbbuka dari celah celana pendeknya yang tersingkap saat Miya sedang tidur, trus di tambah lagi dengan sikap ema yang juga sering seakan memancingku.

Tentunya sebagai lelaki normal nafsu kelelakian ku jadi tidak terkontrol hingga memuncak. Demi dapat memuaskan hasrat setan ku yang pingin sekali merasakan bagaimana rasanya ML dengan Miya. Waktu itu persisnya malam Senin, bulan agustus tahun 2010, tgl nya aku lupa. Tepat sekitar pukul 22.15 Wib, terdengar pintu rumah kami seperti ada yang mengetok. Saat pintu kubuka dan kulihat ternyata yang datang Miya bersama Ruben pacar barunya. Ketika mereka ku suruh masuk, Miya pun langsung menyakan isteriku.

“ Mana Bety bang” ujarnya menanyakan isteriku “tuh dibelakang lagi goreng kerupuk” jawabku. Melihat Miya yang langsung saja berlalu meninggalkan Ruben pacar nya,aku pun mempersilahkan Ruben untuk duduk di kursi yang berada di ruangan tengah di mana aku sedang menonton tv. Hingga akhirnya terlibat perbincangan ku dangan Ruben.

Tak terasa hampir satu jam kami berbincang, kulihat sambil berkata Ruben seperti sedang melihat jam yang ada di tangan kirinya “Wahh ternyata udah larut malam” ketus Ruben. “ Emangnya udah jam berpa ?” tanyaku balik. Ternyata tak terasa jam sudah menunjukan hampir pulkul 12.00 malam. Setelah tau udah tengah malam, Ruben pun bergegas bangun dari tempat duduknya.
“Nanti ajalah pulangnya ” kataku, “ G enak bang, ini udah malam saya harus pamt” ujar Ruben sembari langsung melangkah mau keluar.

“ Yaa.. ni Ruben mau pulang” kataku membritahu Miya, “ Iya bang… ini aku kedepan” ujar Miya cepat-cepat sambil berlari kecil dari arah dapur keluar. Karena ku pikri Miya juga pulang bersama Ruben, akhirnya akupun keluar untuk mengunci pintu rumah.

Namun baru saja aku melangkah hendak kedepan, aku kaget. diruangan tengah dikursi tamu rumah ku, aku melihat sebuah pertunjukan adegan panas antara Miya dengan pacarnya sedang berciuman.

Takut ketahuan aku pun langsung balik kanan, hingga tak lama kemudian setelah tedengar bunyi sepeda motor Ruben pergi, akupun kembali keluar untuk mengunci pintu. Namun apa yang kulihat ternyata Miya tidak ikut.

“Tak ikut Adi Na ?” tanyakua pada Miya.

“ Tidak bang, malam ini aku nginap disini aja, kan udah lama juga aku tak nginap disini” ujar Miya.

“Ya udah, udah di kunci G pitunya” tanyaku pada Miya. “Udah bang” ujarnya menjawab. Sudah tak merasa canggung lagi, kulihat Miya pun langsung masuk kekamar tidur ku dan akupun melangkah kedapur untuk mencari isteriku namun kulihat isteriku tidak ada lagi didapur.

Karena penasaran akhirnya akupun melangkah menuju kamar. dari pintu kamar yang sedikit terbuka kulihat ternyata isteriku sudah terbaring dan tertidur pulas di kasur. “Aneh…..tadi kulihat Miya masuk kekamr ini tapi koq G ada ya” gumam ku dalam hati sambil membuka pintu serdikit lebih lebar.

Tapi apa yang ku dapati…… Aku melihat saat itu Miya dalam keadaan setengah Bugil sedang mengganti pakaian nya. “ Woww…. “ Kataku dalam hati. Aku terpana melihat keseksian tubuhnya, jantung ku pun berdegub kencang, tak sekedip pun kusia-siakan pandangan ku untuk melihat tubuh Miya saat itu.

Takut diketahui Miya, saat ku lihat Miya siap berganti pakaian dan sepertinya mau melangkah keluar, aku pun bergegas kembali keruangan tengah langsung aku duduk dilantai sambil pura-pura sedang menonton tv Untungnya cepat, karena tak lama setelah itu kulihat Miya keluar dari kamar, “kalau tidak bisa malu aku jika dia tau perbuatan ku tadi” uajar ku dalam hati.

Entah apa yang sedang di buat Miya di dapur, saat itu yang terdengar hanya bunyi sendok beradu dengan gelas” Tak lama Miya muncul,

“Abang mau minum teh ya?” Tanya Miya pada ku.

“Terserah Miya ajalah” jawabku.

“Ya udah, klu gitu abang minum teh aja ya?” tanyanya lagi sambil menaruh teh yang di buatnya di atas meja buatku,

Maksih ya” jawabku sambil memperhatikan belahan dada Miya yang membungkal tepat tak jauh di depan ku saat dia menghidangkan teh itu. Sesekali kulirik betis Miya yang mulus sambil ku telan ludahku, karena terpesona melihat betis Miya yang mulus bersih yang hanya mengenakan celana pendek.

Itulah sikap Miya, dia selalu saja seperti sengaja menggodaku dengan cara nya yang selalu bolak balik di hadapanku yang menurut ku itu hanyalah akal-akalan nya mencari perhatianku.

Meskipun demikian, di depan Miya aku selalu menjaga sikapku yg seakan tak pengaruh dgn tingkahnya itu, padahal kalau pas lagi suasananya seperti itu, jantung ku selalu berdegub tak keruan. Seperti biasanya malam itu tidak ada apapun yang terjadi.

Setelah hampir setelah satu jam Miya masuk ke kamar, matakupun terasa mengantuk, dan aku pun memilih untuk masuk juga kekamar untuk tidur. Saat aku masuk kamar, sebelum baring di sebelah isteriku aku kembali dapat tontonan vulgar.

Ku tatap Miya yang sudah tertidur dengan posisi membelakakngi isteriku. Saking pendek celana nya, pantat nya yang montok dan mulus itu dapat kulihat dengan jelas sekali. Terbayangkan dibenak ku saat itu, aku menyetubuhi Miya ala Doggie. “Pasti nikmat sekali” gerutu ku.

Sambil aku terbaring tepat di sebelah isteriku, kupejamkan mataku. Sambil kuberhayal akhirnya akupun teridur. Rasanya baru aja tidur tau-tau aku dibangunkan, namun saat aku sadar dan membuka mataku, kulihat ternyata waktu itu jam sedang telah menunjukan pukul 05.00 Wib pagi. Melihat mata ku terbuka, isteriku pun berkata,

Bang… “Aku pergi kerumah ibu dulu ya?”Aku mau nemani ibu masak untuk kenduri nanti senja” ujar isteriku. Aku yg masih mengantuk langsung menjawab.

“ya udah, pergilah” ujarku. “Nanti sampaikan juga sama Miya ya bang” ujar isteriku menitip pesan padaku.

“Ya…ya…” jawabku. Tak lama setelah kudengar suara pintu di tutup yang aku tau isteriku sudah pergi. Namun setelah ku toleh kesamping ternyata aku baru sadar bahwa ada Miya di sampingku.

Otak ku yang memang sudah kotor, membuat mata ku jadi segar dan memilih untuk bangun dan bergegas kekamar mandi untuk mengggosok gigiku. Saat aku kembali kekamar dan hendak berbaring lagi, kulihat Miya pun terjaga dan bangun dari tempat tidur.

Serupa dengan apa yang ku lakukan, Miya pun langsung menuju kamar mandi dan tak lama setelah itu dia kembali lagi kekamar.

Seperti tak ada kejadian, Tanpa banyak bertanya Miya pun kembali berbaring dikasur tepat disebelahku.

“Ini kesempatan baik, aku harus dapat mengolah Ena” tutur ku dalam Hati. Entah Miya sudah kembali tertidur atau tidak, dengan posisinya yang membelakangiku, akupun langsung memulai aksiku, pertama kukumpulkan keberanian untuk mulai dengan dengan tangan gemetar aku berpura-pura bahwa aku sedang teridur tanpa sengaja memeluk Miya dari belakang.

Awalnya aku gugup sekali, tapi kapan lagi ada kesempatan seperti ini, pikirku. Dengan perasaan yang sangat gugup aku mencoba memberanikan diri untuk pura-pura tak sadar telah memeluknya.

Saat tangan ku sudah mulai medarat di pinggang nya (Posisi memeluknya dari belakang), aku sama sekali tak merasakan berontakan dari nya. aku tak peduli dia tertidur atau pura2, kali ini aku bukan hanya meletakan tangan ku di tubuhnya saja, tapi tangan ku sudah mulai mencari dan mulai raba2 dadanya yang masih dalam bungkus bajunyanya, tepat dibagian buah dadanya.

Karena Miya masih diam juga, akhirnya aku mencoba untuk lebih berani dengan memasukan tangan ku kedalam baju nya untuk mencari dan meremas susunya yg sdh lama aku idamkan. Hanya dalam waktu singkat aku berhasil membuka penyangkut Bra nya hingga Branya dapat kutanggalkan.

Sempat curiga di benak ku, bahwa sebenarnya Miya hanya pura-pura tidur. saya penasaran… Karena saat ku mainkan pentlil susunya, meski samar2, ku dengar desahan ema keluar dari birbinya.

Nafsuku yang semakin mebeludak membuatku semakin berani dan tak terkendali, hingga Saat tubuhnya nya berbalik menghadapku yg ada di benak ku saat itu “aku ingin sekali melumat bibirnya”. Sejenak aku tatap wajahnya dari dekat, dan aku akui ternyata Miya memang cantik.

Tanpa berpikir panjang dan ragu-ragu lagi aku mulai isep mulutnya.. dan ia bergerak pelan..aku kaget..kemudian aku lepas ciuman ku… Miya tampak tertidur lagi. trus aku cium lagi bibirnya sambil tangan aku membelai-belai teteknya masih dalam bungkus bajunya… Aku jadi penasaran., ia betul2 tidur atau tidak..Aku takut juga.. dengan jantung yang berdegub semakin kencang lantaran gugup, dengan nekatnya akupun langsung melumat bibir Miya. Kukecup bibir Miya perlahan… “Oh… “ kutarik napasku dan sejenak kurasakan aroma napas Miya “sdh lama aku menantikan kesempatan seperti ini” tukas klu dalam hati.

Saat ku coba menjilati bibir nya, teryata barulah aku tau bahwa ternyata Miya hanya pura-pura tidur. Entah mungkin sdh terangsang dengan rangsangan ku, aku kaget setengah mati ternyata bibirku pun dilumat nya.

“Abang nakal….” Bisiknya sambil mendesah ditelingaku.

“My God…….semoga saja ini bukan mimpi” Ragu bercampur rasa tidak percaya dalam hati, akupun mulai memasukan lidah ku kemulutnya.

Dalam keadaan yang masih gugup bercampur nafsu dan rasa tidak percaya, sambil terus kulumat bibrinya, akupun mulai menikmati kedua payudara Miya dengan kedua tanganku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti.

Semakin lama aku permainkan dengan sekali dua kali kucubit putingnya yang menonjol menantang, mengalunlah suara yang terengah-engah,

“Oohh.. Bannng.. ohhkh.. aku juga sudah lama penegen gini sama abang..” dan suara itu, ya.. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Miya menyadari itu… Diam-diam kurasakan tangan Miya ternyata sudah berada di balik celana jeans ku meremas-remas jakar ku.

Sungguh aku terbuai oleh sentuhan tangan Miya yang memain-mainkan kontolku. Sesekali tangannya juga meremas buah jakarku, pelan tapi pasti. Entah setan apa yang telah merasuk, tanpa permisi tiba-tiba Miya melorotkan celana Jeans-ku hingga CD-ku sampai aku benar-benar bugil

“Wow.. Bang, punya abang sudah minta segera diberi sentuhan nih.. woowww.. burung abang bengkok.. bisa masuk nggak ya? Ohhkh….” Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, batangnya bengkok dan diameternya lumayan. Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan Miya, maklum ini pengalaman pertamaku dgn nya.

Sambil terus kami berciuman, perlahan tanganku juga mencoba melorotkan celana pendek yang masih dikenakan Miya. Buset! Ternyata Miya sudah tidak pakai CD sehingga hanya dalam hitungan detik dan sebelah tangan saja aku sudah dapat membuat nya bugil.

Tanpa ragu-ragu akupun langsung mengubah posisi dengan membalikan tubuh Miya hingga posisi ku sekarang berada diatas tubuhnya. Sebelum mulai kuserang bagian bawahnya, aku kembali melumat bibir Miya dengan penuh mesranya.

Ternyata apa yang kuperbuat tak dpt ditahan oleh Miya, Miya tiba-tiba saja bangun. Dengan posisi setengah berjongkok Miya berdiri sambil menarik tanganku, memberi tanda agar aku juga melakukan posisi yang sama dengan nya.

Dalam keadaan sama-sama setengah jongkok saling berhadapan kami kembali saling berciuman semakin liar dan saling kami memainkan kemaluan satu sama lain. Puas dengan gaya itu, Aku turun dari ranjang dan meminta ema juga turun.

Saat kami telah sama-sama sudah saling berdiri dan berhadapan tanpa di instruksi Miya langsung mengambil posisi jongkok sambil mengarahkan kontol ku yang dari tadi digenggamnya kearah mulutnya.

Perlahan tapi pasti, Miya mulai mengulum dan memain-mainkan kontolku dengan lidahnya Miya, hisap sayang…” bisikku pelan. Sudah lama aku ingin sekali merasakan sentuhan bibir Miya yang sangat seksi itu menelan kontolku kedalam mulutnya.

Sesekali aku tersentak menarik pantat ku kebelakang saat merasakan ngilu ketika Miya menjilati lubang kontolku. “Enak ma……OooooKkhhhh……Terus…!!” Tak tahaan dengan permainan Miya, aku pun menarik tangan nya meminta nya berdiri dan menyudahi hisapan kontolku dimulutnya.

Tepat di tepi ranjang aku baringkan Miya di kasur dengan posisi tengkurap dan sedikit ku ganjal bagian perut nya dengan bantal, dan dengan posisi kakinya melipat diatas ranjang, hingga terlihat lah menyembul vagina Miya yang terlihat baru habis dicukur bak sebuah apam yang menantang di bawah anusnya.

Perlahan ku dekatkan wajahku diantara belahan pantat Miya, tercium di hidung ku aroma vagina nya yang semakin memacu adrenalinku untuk menikmati vagina Miya. Saat wajahku semakin mendekat di belahan pantatnya, pertama aku mulai menjilati anusnnya, dengan lahap ku jilat lubang anusnya hingga bibir vagina nya yg tampak kecoklatan itu,

“Bannnng………….. Enak bang…” Owhhhh…..” desahEn semakin membuat nafsuku terbakar mendengar erangan kenikmatan yang dirasakannya. Saat ku coba menusukan lidahku keliang vaginanya, Miya sesaat tersentak mengankat pantatnya, seakan ingin menelan seluruh
lidahku agar masuk lebih dalam lagi kaedalam liang vaginanya yang sudah basah membecek “ Udah bang……sekarang masukin bang….” Pinta Miya merangsang.

Sudah seperti layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Aku yang juga sudah tak tahan lagi, dan segera berdiri sambil menuntun kontol ku ke bibir vagina nya, sebelumnya kutusukkan kontol ku ke bibir vaginanya ku oles-oleskan dulu kepala kontolku di bibir lubang vaginanya yang basah itu. Miya yg memang nafsunya sudah memuncak, dengan sigap tangan nya merampas kontol untuk menuntun ke vaginanya.

“Masukkan bang…. Tekan sekarang bang” sambil dia meletak kan kepala kontolku tepat di bibir kelentitnya yang kecoklatan itu sambil ia mengangkat pantatnya sedikit lebih tinggi hingga agak menungging karena tak sabar lagi.

Dengan perlahan kutekan kontol ku di bibir vaginanya, jelas sekali terlihat kepala jakar ku saat itu menyeruak masuk dibelahan bibir vagnina Miya yang sudah sangat basah, Tanpa waktu yang lama kontolku berhasil kutanamkan seluruhnya kedalam lubang vagina Miya

“Ooooohhhh…. Baaang…. Tekan lagi bang,,,,“ pinta Miya mulai meracau. “sejenak kuterdiam merasakan kontolku hangat di dalam pepeknya. Dengan perlahan aku pun mulai menggenjot pepek Miya yang basah.

Kunaikan sebelah kaki kiriku katas ranjang sambil kedua tangan ku berpegang pada pinggul Miya yang posisinya sedikit menungging, sambil aku mulai menarik dan kembali memasukan kontol ku pelan hingga pada tempo yang sedikit kencang.

Ploook!….Pleek!…… “Bang…enak bang….. erang Miya merasakan kenikmatan sambil dia menggoyangkan pantantnya seperti lagi ngebor. “Ooooowh… Erangan nikmat kami berdua, terdengar sangat romantis saat itu.

“Pepek Miya ternyata masih sempit….mgkn karena lama tak dijejal dengan kontol” Gerutuku sambil menarik keluar kontolku dari lubang vaginanya. “Kenapa di cabut bang? Tanya Miya padaku. “ Miya berdirilah” Ujarkan menjawab, sambil ku tarik tangan nya.

Dalam posisi berdiri dan saling berhadapan, tanpa aba-aba kami pun kembali berciuman dan saling melumat bibir satu sama lain. Dengan penuh nafsunya aku julurkan lidahku kedalam mulutnya, sambil kedua tanganku meremas-remas pantat Miya, dia pun sayik mengocok kontolku dengan tangannya.

“Bang….. masukin lagi ya” pinta Miya dengan penuh manja sambil menggenggam kontolku mengarahkan ke bibir vaginanya yang semakin basah. “iya” bisikku pelan ditelinganya. Tanpa buang waktu lagi, sambil kuangkat sebelah kakinya keatas kasur aku kutekan pantatku kembali hingga seluruh kontolku pun masuk kedalam liang vaginanya yang sudah banjir. Hangat sekali rasanya kontolku didalam lubang vaginanya.

Hampir 20 menit kami main dalam posisi berdiri sambil saling terus berciuman. Seperi diringi irama, aku terus menggenjot mengeluar masukan kontolku kedalam liang vagina Miya, Miya pun terus merintih ke enakan sambil terus menggoyangkan pantatnya seperti inul yang lagi ngebor.

Sesekali juga kujilati leher ema hingga sisi telinganya, kurasakan di mulutku terasa agak asin oleh keringat Miya. “Capek bang…….. kita ganti posisi yok” Pintanya manja. “Boleh…” jawabku sambil menarik kontolku keluar dari vaginanya.

“ Sebentar ya….” Kata ku sambil meraih handuk yang tergantung di dinding pintu sambil melihat tubuhku dan tubuh Miya serta rambutnya yang basah oleh keringat seperti baru habis mandi. Dengan mesra saat ku usap handuk di rambut dan ku lap seluruh tubuhnya yang basah oleh keringat, Miya pun terus saja memain-mainkan kontolku.

“sini aku lap kan juga tubuh abang” ujar Miya menarik handuk yang ada ditanganku. Sambil matanya sesekali menatap wajahku, ema pun ganti mengelapkan tubuh ku dengan handuk yang tadi kugunakan untuk mengeringkan keringat di tubuhnya.

Sambil melemparkan handuk yang ada di tangannya, tanpa aba-aba Miya langsung naik keatas ranjang sambil tangan nya menarik tanganku seraya memintaku mengikuti nya. Entah apa maksudnya, kulihat ema maraih dua buah bantal lalu meletakkan bantal tersebut berlapis dua tepat di sisi ranjang yang menempel dinding.

“Gaya apa ni ya?” gerutuku bertanya dalam hati. Belum habis pertanyaanku tadi, kulihat Miya langsung duduk di atas bantal tadi sambil membentangkan kedua kakinya mengahadapku.

“Ooohh… dia mau main posisi duduk” jawabku sendiri dalam hati sambil ku terpegun seakan masih tidak percaya dengan apa yang kualami, kulihat vagina Miya yang berwarna kecoklatan tanpa bulu itu tanpak jelas seakan menunggu kehadiran kontolku. “ Sini lah bang….” Pinta Miya. “ Eh, iiya” jawabku terbata-bata.

Dengan poisi yang di inginkan Miya terpaksa aku pun mendekati nya dengan setengah jongkok, berdiri hanya dengan lutut dengan kaki ku melipat aku pun mendekati tubuh Miya. Baru saja aku mendekat, dengan ganasnya ema langsung menarik leherku dan langsung mencium dan melumati bibirku. “Ooh… kami kembali terbuai” Sambil saling berciuman, aku memain-mainkan bibir vaginanya, Miya pun asyik mengocok-ngocok kontolku.

Puas berciuman, kulihat Miya menatap ku. “ Kenapa Yang…?” Tanyaku
padanya. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menjawab pertanyaanku, tanpa kata-kata kulihat wajahnya tersenyum sambil tangannya menarik kontolku yang kini sudah berada dibibir vaginanya.

“Oh…” jawabku dalam hati yang mengerti apa yang dimaukan Miya. Dengan perlahan aku mulai kembali menusukan kontolku ke dalam vagina Miya, perlahan tapi pasti akhirnya seluruh batang penisku kembali menyeruak masuk tertanam seluruhnya di liang vaginanya.

Sambil kembali ku goyang maju mundur pantatku agar penisku keluar masuk menancap pepek Miya, pantat emapun terus bergoyang mengimbangi goyangan ku. Dalam posisi berduduk, aku merasakan kontolku hangat menyentuh diding vagina.

Sambil saling memeluk kami terus saling berciuman dengan penuh lembutnya dan terus salinng bergoyang,

“Baaaaang…..!!!” tiba-tiba kurasakan tangan Miya saat itu erat mencengkram bahu ku seraya semakin mempercepat goyangan ngebornya mempelintir kontolku yang keluar masuk menancap liang vaginanya.

“Akuuu…. Maauuu, Ooohhhhh………!!!” teriak Miya yang ternyata sudah mencapai klimaks. “Abang sedikit lagi ni….!!” Jawabku sambil juga mempercepat goyangan pantatku maju mundur, kurasakan kontol ku hangat terendam oleh air kepuasan yang keluar dari rahim nya

“ooooohhhhhh….!!” Teriak ku membalas rintihan Miya dengan memeluknya semakin erat menancapkan kontolku dan menenkan nya kuat. Croooot..crooot..!! air maniku pun tumpah membanjiri vagina ema.

“Abang….. Tekan lebih kuat lagi!! Pinta Miya sambil memeluku dan menekan pantat ku seakan hendak menelan kontol ku dengan vaginanya. Cukup lama kami terdiam dalam posisi saling berpelukan merasakan nikmatnya detik-detik akhir dari permainan kami.

Sebelum melepaskan kontolku dari vaginanya, masih dalam posisi berpelukan kami kembali Saling berciuman, perlahan dengan mesranya, hingga saat aku hendak mencabut kemaluanku dari vaginanya, ku kecup kening Miya lalu kubisikan ditelinganya

“Kita istirahat yok” ajak ku sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur. Seakan tak mau terpisahkan, dalam kedaan terbaring ema langsung bangkit dan langsung merebahkan tubuhnya tepat diatas tubuhku “ini hanya rahasia kita berdua ya bang” ucap Miya sambil kurasakan tangan Miya yang mengusap-usap kemaluanku yang sudah lemas terkulai.

“Iya, ini Cuma rahasia kita” jawabku sambil membelai rambutnya dengan penuh mesra, yang seakan kami saat itu adalah sepasang kekasih yang saling menyinta. “Eh.. jangan tidur dulu” ucapku sadar bahwa hari pun sudah siang.

“iya ya bang…. Aku mandi dulu ya” Jawab Miya seakan mengerti apa maksudku yang takut kalau tiba-tiba nanti isteriku datang.

Usai Mandi, seperti layaknya sepasang suami isteri, tak seperti biasanya kali ini tanpa malu-malu kulihat Miya santai saja berbugil ria didepanku melepaskan handuknya ketika hendak berpakaian.

Selesai mengenakan pakaian nya, Miya langsung mendekati dan langsung mencium keningku. Karena memang posisiku masih dalam keadaan telanjang, dangan santai pula tangan Miya pun membelai-belai kemaluanku yang terkulai lemas.

“Woowww… dia bangun lagi!!” Teriak Miya mengejutkan ku sambil kulihat wajahnya mendekati kontolku yang kembali keras menegang. “Sayang… sudah duyu ya… “ujarnya manja. “Tanggung jawab dong” ucapku selamba mennyinggungnya.

“Aku pulang dulu, ntar klu memang si dia tidak pulang abang telpn aja aku” ujarnya . “Dedek sabar ya” cumbunya seakan mengajak kontolku yang ada ditangan nya berbicara. “Ya udah” jawabku seakan kesal.

“Daaaaghhhh…” tukas nya sambil melambai “Mmmuachh….” Seraya Miya ber KissbBy kearahku sambil tersenyum berjalan keluar dari kamar berlalu meninggalkan ku. Setelah itu aku pun teridur pulas.

Nah… sejak hari itu, setiap ada kesempatan kami selalu melakukan hubungan sex. Terkadang kalu dia lagi sendiri dirumahnya, dia menelponku dan kamipun melakukan hubungan sex.

Dirumahnya. Sekian lama hubungan kami, aku dengan isteriku, Miya dengan pacarnya baik-baik saja. Bahkan, hingga kini hubungan intim kami masih terjaga kerahasiaan nya alias tidak ada siapapun yang tau.
Cerita 17+ / Cerita 18+ / Cerita ABG / Cerita Dewasa / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa