Cerita Dewas Memaksa Seks Adik Pacarku | Berani Bugil
Agen Capsa
Bandar Q
Breaking News
agen bandarq online

Cerita Dewas Memaksa Seks Adik Pacarku

VIMAX Bandar Capsa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Dewasa Hot | Cerita Ngentot | Cerita ABG | Cerita Syur Panas | Cerita Seks Dewasa – Memaksa Adik Pacarku. Terlebih dahulu aku ucapkan selamat malam, karena tidak ada kegiatan mala mini aku ingin bercerita kisah kisah nyataku yang terjadi dala hidupku, aku masih teringat betul adegan per adegan yang aku alami. Panggil saja Aku Adi umur 27 tahun keturunan cina jadi biasanya aku dipanggilbanyak orang dengan koko. Cerita Sex Dewasa

Cerita Dewas Memaksa Seks Adik Pacarku
Cerita Dewas Memaksa Seks Adik Pacarku

Aku kerja di salah satu perusahan swasta dan posisi sebagai auditor pembukuan dan keunangan, minggu ini aku mau dikirim di sebuah wilayah yang memang jadi pusat pariwisata mancanegara yaitu Bali, Denpasar. Jadi aku tinggal sementara dengan rumah kontrakanku.

Suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya (Wisty umur 26) yg di Jakarta, bahwa dia mau datang bersama adiknya (Melly umur 22).Setelah kedatangannya, mereka menginap di kontrakanku (kamar tamu).

Tetapi Wisty tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya 3 hari. Selama 3 hari saya dan Wisty selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya untuk bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungan sex 1X (kami dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena kesempatan untuk itu susah sekali.

Setelah Wisty pulang, tinggal saya dan Melly yg masih mau liburan di bali. Pada hari minggu saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya dia langsung ingin istirahat karena kelelahan. Karena saya belum merasa ngantuk, saya ke ruangan tamu untuk nonton tv, sedangkan dia masuk kamar tidur tamu untuk istirahat.

Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku untuk memasuki kamar tidur Melly, dengan perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci.

Saya masuk dan melihat Melly telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya sangat nyenyak sampai tidak tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang.

Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang.

“Ko lepasin saya”, suaranya gemetaran karena shock. “Cepat lepasin Ko!” Melly mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya.

Tubuh telanjangnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana dan celana dalamku dengan cepat. “Ko!” Melly memekik. “Mau ngapain kamu?” Melly terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.

“Koko gila luu yah!” Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda. “Koko, gua khan adik Wisty!” Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya.

Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Melly. “Ko jangaaan!” dia memohon-mohon padaku.

“Diam.. cerewet!” aku menjawab dengan sembarangan. Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku sudah menjadi satu dengannya.

“Iiiih… shiit!” dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu. Aku menggoyangkan pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannnya.

“Ahh… shiit! ah shiiit! Ko stop!” Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya.

Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu.

“Mmmh.. udah jangan Ko!” Melly masih berteriak-teriak memintaku berhenti.

“Lu diam aja jangan banyak ngomong”, ujarku cuek.

“Ohh shiit!” ujarnya mengumpat.

Dia menatapku dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini.

Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya.

Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat.

Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil.

“Aaahh Ko stop dong… udah Ko.. gue khan adik Wisty”,

dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Nafasnya pun mulai memburu.

Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan nikmat yang kuciptakan.

”Aduhh sshhh Ko udah dooong.. hhh.. sssh!” suaranya memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.

Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu.

Kali ini suara nafas Melly kian berat dan memburu,

“Uh.. uh.. uhhffssh.. shiit Kooo.. agh uufffssshhh u.. uhhh!” Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku.

Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang kenikmatannya yang sudah basah total.

Saat itu aku berbisik “Gimana, lu mau udahan?” Aku menggodanya.

Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata,

“I.. iiya.. udah.. han yah Ko”, suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati permainanku ini.

“Masa?” godaku lagi sambil tetap batang kemaluanku memompa liang kemaluannya yang semakin basah sampai mengeluarkan suara agak berdecak-decak.

“Bener nih lu mau udahan?” godaku lagi.

Tampak wajahnya yang merah padam penuh dengan peluh, nafasnya berat terasa menerpa wajahku. “Jawab dong, mau udahan gak?” aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.

Sadar aku sudah berkali-kali bertanya itu, dia dengan gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan menjawab,

“Mmm… iya.. hmmm.” Aku tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi. Ternyata gerakan pantatnya tetap naik turun, tak sanggup dihentikannya.

Soalnya liang kemaluannya sudah semakin berdenyut dan menggigit batang kemaluanku. “Ehmmm!” Melly terkejut hingga mengerang singkat tapi tubuhnya secara otomatis tetap menagih dengan gerakan pantatnya naik turun.

Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya.

“Lho katanya udahan”, kata-kataku membuat Melly tidak mampu berpura-pura lagi.
Mukanya mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik,

“Ah shiiit Kooo… uhh… uhhh.. swear enak banget… pleasee dong terusiiin yeeass!” belum selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia langsung melenguh panjang.

Rupanya perasaaan malunya telah ditelan kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya.

“Ah iya.. iiiya.. di situ mmmhhh aaah!” tanpa sungkan-sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya.

Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. Tiga kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi.

Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Melly pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum kemenangan.

Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya.

“Huuhh, kamu hebat banget sih Ko, sering yach melakukan dengan Wisty”

“Enggak juga koq!?

“Alah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama”

“Keperawanan lu kapan diambil?”tanyaku

?Sewaktu pacarku ingin pergi ke Amerika untuk kuliah, saya hadiahkan sebagai hadiah perpisahan?
Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Melly kembali lagi ke kamar.

Di depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri. “Aduh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah membentak.

Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus vaginanya dengan rudalku. Mulutnya kusumbat, kulumat dalam-dalam.

Setelah Melly mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu. Sekarang aku bisa lebih bebas bersenggama dengan dia sambil menikmati payudaranya.

Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat dan nikmat banget. “aahh…. ssshh…. oohh…. uuuuggghh…. mmhh”, Melly terus meracau.

Bosen dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh Melly menungging. Sambil kedua tangannya memegang bibir meja.

Dalam keadaan menungging begitu Melly kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang penisku dan langsung kuarahkan ke vaginanya. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai mengerang nikmat.

Tidak sabar kutusukkan sekaligus. Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini Melly bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit.

“Aahh Kooo Akuuu mmooo.. kkeeelluuarr lagggi…” racaunya. Melly goyangannya menggila dan tidak lama tangan kanannya menggapai ke belakang, dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras lagi. Kulayani dia, sementara aku sendiri memang terasa sudah dekat.

Melly mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya. Saya tetap dengan aksiku. Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras.

“Eengghh…. oohh…. ohh…. aahh”, tidak lama setelah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam.

Dengan gontai kuiring Melly kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ketika kulihat jam di dinding menunjukan jam 02.07.

Wah lumayan, masih ada waktu buat satu babak lagi, kupikir. “rine, vagina dan permainan kamu ok banget!” pujiku.

“Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat”, suatu pujian yang biasa kuterima!

Setelah itu kami saling berjanji untuk tidak memberi tahu cici dan pacarnya yg sedang kuliah di Amerika. Selanjutnya kami selalu melakukannya setiap hari sampai dia pulang ke Jakarta.
Cerita 17+ / Cerita 18+ / Cerita ABG / Cerita Dewasa / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa